San Antonio Spurs menorehkan catatan kelam dalam sejarah NBA setelah gagal meraih gelar juara di Final NBA 2026. Ironisnya, tim asal Texas ini selalu memimpin dengan keunggulan dua digit poin di setiap pertandingan melawan New York Knicks, namun harus menyerah dengan skor akhir 1-4.

Dominasi yang Tak Berujung Gelar

New York Knicks berhasil mengakhiri penantian panjang selama 53 tahun untuk kembali mengangkat trofi Larry O’Brien. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Knicks, sementara Spurs harus menelan pil pahit atas kekalahan yang menyakitkan.

Dilansir dari ESPN, dominasi San Antonio Spurs sebenarnya terlihat jelas sepanjang seri. Mereka memiliki total keunggulan poin mencapai +173 di babak playoff, sebuah selisih poin terbesar bagi tim yang gagal menjadi kampiun di Final NBA.

Dalam lima pertandingan final, Spurs tercatat sempat memimpin dengan selisih 15 poin di game pertama, 16 poin di game kedua, 13 poin di game ketiga (satu-satunya kemenangan mereka), 29 poin di game keempat, dan 16 poin di game kelima.

Puncak kekalahan dramatis terjadi pada game keempat, di mana Spurs sempat unggul 29 poin. Namun, Knicks berhasil melakukan comeback luar biasa dan membalikkan keadaan, memenangkan pertandingan dengan skor tipis 107-106.

Kekecewaan Victor Wembanyama

Bintang muda Spurs, Victor Wembanyama, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti tipisnya margin kesalahan di level tertinggi kompetisi basket dunia.

“Salah satu dari banyak hal yang saya pelajari adalah margin kesalahan sangat, sangat tipis,” ujar Wembanyama.

Ia menambahkan, “Dominasi kami benar-benar mutlak. Kami benar-benar mendominasi sebagian besar seri ini, tetapi kesalahan kami, kekeliruan kami, dihukum dengan sangat berat. Kami tidak punya alasan apa-apa.” Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi San Antonio Spurs dan para pemainnya, menandai salah satu momen paling pahit dalam sejarah panjang klub.