MENASIONAL.COM – Lombok Timur – Dermaga Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, disiapkan menjadi pelabuhan kapal cepat yang melayani rute menuju Pelabuhan Lalar di Pulau Sumbawa.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses transportasi laut yang lebih cepat antara Lombok Timur dan wilayah Sumbawa Barat. Pengelolaan layanan kapal cepat nantinya akan dilakukan oleh investor asal NTB yang saat ini masih menyelesaikan proses perizinan di Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur, Muhammad Safwan, mengatakan satu unit kapal cepat telah tersedia untuk melayani rute tersebut.
“Iya, dikelola investor. Saat ini sedang proses perizinan di Kementerian Perhubungan,” kata Safwan, Kamis (3/9/2026).
Kapal yang disiapkan memiliki kapasitas 55 GT dengan daya angkut sekitar 80 penumpang. Kapal tersebut bahkan telah melakukan uji coba pelayaran dengan waktu tempuh Labuhan Haji menuju Lalar sekitar 50 menit.
Safwan berharap ke depan semakin banyak perusahaan yang tertarik memberikan layanan transportasi laut dari Dermaga Labuhan Haji. Dengan bertambahnya operator, pilihan transportasi bagi masyarakat diharapkan semakin luas.
“Memang sudah ada rencana dari perusahaan lain yang akan beroperasi. Mudah-mudahan semakin banyak perusahaan kapal cepat yang akan beroperasi di situ,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan izin operasional kapal cepat tersebut dapat diterbitkan tahun ini. Jika seluruh proses perizinan rampung, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat segera dimulai.
Selain menunggu proses perizinan, berbagai sarana dan prasarana pendukung juga mulai dipersiapkan. Pemkab Lombok Timur berencana meningkatkan fasilitas di kawasan dermaga, salah satunya dengan membangun ponton yang lebih layak.
Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan keamanan sekaligus kenyamanan bagi masyarakat yang nantinya menggunakan jasa kapal cepat.
Di sisi lain, Pemkab Lombok Timur juga tengah melakukan penataan aset di kawasan Dermaga Labuhan Haji. Barang-barang milik PT Natura Samudera Lestari (NSL), perusahaan yang sebelumnya mengelola dermaga tersebut, mulai dikeluarkan secara bertahap.
Kerja sama Pemkab Lombok Timur dengan PT NSL diketahui tidak diperpanjang. Pemerintah daerah kini berupaya memastikan kawasan dermaga siap digunakan untuk pengelolaan dan aktivitas baru.
Kepala Bagian Hukum Setda Lombok Timur, Biawansyah Putra, mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan pengosongan aset milik PT NSL di kawasan Labuhan Haji.
Dalam proses tersebut, Pemkab Lombok Timur juga menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk membantu proses pengosongan aset.
“Tidak ada batas waktu yang ditetapkan. Tapi kami minta secepatnya, sebelum investor masuk, lahan sudah kosong,” jelas Biawansyah.
Jika rencana tersebut terealisasi, Dermaga Labuhan Haji berpotensi menjadi salah satu simpul transportasi laut yang menghubungkan Lombok Timur dengan wilayah Sumbawa Barat melalui layanan kapal cepat.
Dengan waktu tempuh sekitar 50 menit, keberadaan rute tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas antardaerah.
