Seorang remaja berinisial R (16) tewas setelah petasan rakitan yang diduga dibuatnya meledak di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Jawa Timur, pada Minggu (1/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden tragis ini juga menyebabkan satu korban lainnya, T, warga Kecamatan Sukorejo, mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Bantarangin.
Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Saksi mata, Siswanto, mengungkapkan bahwa suara ledakan terdengar sangat keras hingga mengejutkan warga sekitar. “Saya mendengar suara ledakan sangat keras, lalu langsung menuju lokasi,” ujarnya. Saat tiba di lokasi, Siswanto melihat kondisi rumah yang rusak parah serta dua korban tergeletak di bagian depan rumah.
Warga lain, Endra Dwiono, menambahkan bahwa suara ledakan tersebut bahkan terdengar hingga radius sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami dugaan kuat bahwa ledakan berasal dari petasan rakitan.
Polres Ponorogo mengimbau masyarakat untuk tidak membuat maupun menyalakan petasan. Hal ini mengingat potensi bahaya yang sangat besar terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain akibat bahan peledak yang terkandung di dalamnya.
sumber gambar: kilatnews.co 