Festival musik keras Hammersonic 2026 resmi berakhir pada Minggu (3/5) malam di NICE, PIK 2, Jakarta. Penutupan perhelatan akbar ini diwarnai dengan permohonan maaf dari CEO Ravel Entertainment, Ravel Junardy, atas sejumlah penyesuaian yang terjadi, sekaligus janji untuk terus melanjutkan festival tersebut di masa mendatang.

Meski sempat menghadapi tantangan berupa penyesuaian line up dan harga tiket, Hammersonic Festival 2026 tetap sukses menarik ribuan penonton yang dikenal sebagai Hammerhead. Kemeriahan dan ingar-bingar musik keras memenuhi area NICE PIK2 selama dua hari, dari 2 hingga 3 Mei 2026.

Pada malam penutup, Ravel Junardy bersama tim Ravel Entertainment naik ke atas panggung untuk menyampaikan pernyataan penting. Mereka secara terbuka meminta maaf atas perubahan line up dan harga tiket yang sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar.

Penyesuaian tersebut, menurut Ravel, disebabkan oleh faktor eksternal yang tidak terduga, yakni perubahan geopolitik dan konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan pembatalan kehadiran beberapa band internasional. “Saya beserta semua tim yang ada di sini, dari hati yang paling dalam, meminta maaf kalau ada, kurang-kurang untuk tahun ini,” ujar Ravel Junardy di NICE PIK2, Jakarta pada Minggu (3/5) malam.

Promotor yang sebelumnya sukses memboyong nama-nama besar seperti Green Day dan Slipknot ke Indonesia ini mengakui adanya kekurangan dalam penyelenggaraan perayaan satu dekade Hammersonic kali ini. Namun, Ravel Junardy menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan Hammersonic demi para pencinta musik keras di Tanah Air.