Ratusan warga memadati Lapangan Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat pagi, 20 Maret 2026. Kegiatan ibadah ini dimulai tepat pukul 07.05 Wita.
Pesan Kembali ke Fitrah dan Solidaritas Sosial
Ustad Najamuddin bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan shalat Id kali ini. Dalam khotbahnya, Ustad Najamuddin menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momentum bagi umat Muslim untuk kembali kepada fitrah. Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan bukanlah akhir dari ibadah, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru untuk senantiasa menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama sebulan penuh.
“Puasa tidak hanya mengajarkan menahan lapar melainkan juga kepekaan sosial kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ustad Najamuddin mengajak umat Muslim untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. “Perkuat solidaritas kita. Mari kita jadikan sebagai upaya membantu saudara – saudara kita,” katanya.
Antusiasme Jamaah di Mataram
Antusiasme jamaah terlihat jelas, seperti disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Mataram, M. Anugrah Arifin. Ia menyebut ibadah shalat Idul Fitri yang digelar di Lapangan Kedokteran Ummat dipadati oleh warga Kota Mataram.
“Alhamdulillah, masyarakat yang ikut shalat Id bersama kita pagi hari ini sangat banyak kami melihat antrian kendaraan sampai dengan lampu merah belakang sana,” ungkap Anugrah.
33 Titik Shalat Id Muhammadiyah di NTB
Secara keseluruhan, Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyiapkan sebanyak 33 titik lokasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di seluruh provinsi. Khusus untuk wilayah Kota Mataram, pelaksanaan Shalat Id dipusatkan di tiga lokasi utama, yaitu Halaman Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Lapangan Fakultas Kedokteran Ummat, dan Halaman Masjid Darul Arqam PWM NTB Karang Pule.
Wakil Ketua PWM NTB, Syafrudin AR Baso, menjelaskan bahwa 33 titik lokasi tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTB. “Itu yang baru terdata saja. Kalau lokasinya banyak sebenarnya,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon di Mataram pada Kamis, 19 Maret.
