Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mengirimkan pesan tegas kepada para pesaingnya di ajang MotoGP. Ia menyatakan, “Saya Belum Habis!” usai menunjukkan performa menjanjikan pada Sprint MotoGP Brasil 2026 yang berlangsung dalam kondisi penuh tantangan, termasuk dampak penundaan akibat insiden sinkhole di lintasan Sirkuit Autodromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna.

Momen paling mencolok terjadi di lap pembuka, ketika Quartararo berhasil melakukan manuver menyalip juara dunia bertahan, Marc Marquez. Aksi agresif ini menjadi penegasan bahwa pembalap asal Prancis tersebut masih memiliki kecepatan dan semangat kompetitif, meskipun performa motor Yamaha belum sepenuhnya stabil.

Manuver Kunci di Lap Pembuka

Quartararo tampil impresif sejak start, langsung mencuri perhatian dengan manuver berani terhadap Marquez di tikungan awal. Meski momen tersebut berlangsung singkat, Quartararo mengaku tidak terlalu memikirkan posisi akhir balapan. Baginya, keberhasilan menyalip Marquez, yang ia anggap sebagai tolok ukur performa di MotoGP, adalah indikator penting bahwa kemampuannya masih berada di level tertinggi.

Performa positif Quartararo sudah terlihat sejak sesi kualifikasi, di mana ia berhasil mengamankan posisi start keempat. Start yang jauh lebih baik dibandingkan seri sebelumnya di Thailand ini membuka peluang bagi Quartararo untuk terlibat dalam pertarungan di grup depan pada lap-lap awal.

Tantangan dan Peningkatan Signifikan

Meski menunjukkan kekuatan di awal, Quartararo mulai kehilangan posisi seiring berjalannya balapan. Beberapa pembalap seperti Marco Bezzecchi, Jorge Martin, dan Ai Ogura berhasil melewatinya. Ia akhirnya menyelesaikan balapan di posisi keenam, terpaut sekitar 7,7 detik dari pemenang.

Hasil ini, meskipun belum meraih podium, merupakan peningkatan signifikan dibandingkan Sprint di Thailand, di mana ia hanya finis di posisi ke-16. Quartararo mengakui bahwa Yamaha masih menghadapi sejumlah kelemahan teknis, terutama dalam hal kecepatan puncak dan pengelolaan ban. Ia menyebut motornya cenderung lebih cepat menguras ban, yang menyebabkan penurunan performa di paruh kedua balapan. Namun, ia menilai hasil di Brasil sebagai langkah maju dalam pengembangan motor Yamaha.

Harapan Kebangkitan Yamaha

Sebagai mantan juara dunia, Quartararo berharap performa di Brasil dapat menjadi momentum kebangkitan bagi tim Yamaha. Ia menegaskan bahwa dirinya memahami potensi yang dimiliki, baik secara individu maupun dari sisi teknis, dan yakin tim mampu berkembang jika terus melakukan perbaikan. Quartararo juga menyadari bahwa musim ini akan penuh tantangan, dengan performa yang kemungkinan naik turun. Namun, ia berkomitmen untuk terus memberikan hasil maksimal.

Rekan setimnya, Alex Rins, finis di posisi ke-13 dengan selisih waktu sekitar 15 detik dari pemenang. Sementara itu, dua pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller, harus puas berada di posisi belakang, masing-masing di urutan ke-18 dan ke-19.

Aksi menyalip Marc Marquez menjadi simbol penting bagi Quartararo di tengah awal musim yang sulit. Meski belum mampu bersaing untuk kemenangan, performa di Brasil menunjukkan potensi kebangkitan. Dengan pengembangan motor yang terus berjalan, Yamaha berharap dapat kembali bersaing di papan atas dalam beberapa seri MotoGP 2026 ke depan.