Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWPM NTB) bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional Nusa Tenggara Barat (BAZNAS NTB) menggelar pengajian Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini turut disertai pemberian santunan bagi anak yatim di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram pada Kamis, 12 Maret 2026.

Inisiatif ini merupakan wujud sinergi dakwah dan aksi sosial yang bertujuan menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Fokus utamanya adalah penguatan nilai keagamaan dan penanaman kepedulian terhadap anak-anak yatim.

Esensi Rukun Islam dan Kepedulian Sosial

Dalam pengajian Ramadhan tersebut, Ustaz Najamudin menyampaikan ceramah yang menekankan pentingnya memahami esensi rukun Islam sebagai landasan utama dalam menjalankan ibadah puasa. “Penting bagi kita untuk memahami esensi dasar rukun Islam sebagai pondasi dalam melaksanakan ibadah puasa. Nilai iman juga harus dipahami sebagai asas keyakinan dalam beribadah, sehingga puasa dijalankan dengan penuh keikhlasan dan harapan akan ampunan Allah SWT,” ujar Ustaz Najamudin.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Nusa Tenggara Barat, Ilham, menjelaskan bahwa kegiatan pengajian dan santunan ini adalah bentuk kepedulian sosial Pemuda Muhammadiyah. Hal ini ditujukan untuk merespons persoalan kemiskinan yang masih dihadapi oleh sebagian masyarakat. Ilham menambahkan, anak-anak yatim tidak hanya memerlukan bantuan materi, tetapi juga pembinaan spiritual dan pendidikan karakter.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial kami dalam menjawab persoalan kemiskinan di tengah masyarakat. Anak-anak yatim harus diberdayakan, dibina spiritualitasnya, serta diperhatikan kebutuhannya agar terpenuhi secara jasmani dan rohani,” tegas Ilham.

Menanggapi inisiatif ini, Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, Subandriyo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada PWPM NTB. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian integral dari gerakan dakwah sosial Muhammadiyah yang patut terus dilestarikan.

“Panti Asuhan Muhammadiyah merupakan bagian dari sejarah gerakan Muhammadiyah. Karena itu harus terus dirawat, diberdayakan, dan disantuni agar tetap menjadi pusat dakwah dan pelayanan sosial bagi masyarakat,” kata Subandriyo.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Selain menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman keagamaan di bulan Ramadhan, acara ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat berbagi dan solidaritas sosial terhadap anak-anak yatim.