Kota Palu berhasil meraih Indeks Ketahanan Daerah (IKD) terbaik di Provinsi Sulawesi Tengah untuk tahun 2025. Pencapaian ini berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan Kota Palu mencatat angka 0,74.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon, menyatakan bahwa nilai tersebut menunjukkan peningkatan signifikan. “Atas penilaian itu Kota Palu mengalami peningkatan IKD sektor penanggulangan bencana, naik dari 0,73 pada tahun 2024,” kata Presly di Palu, Rabu (4/2/2026).
Tidak hanya IKD, Indeks Risiko Bencana (IRB) Kota Palu juga menunjukkan tren membaik, mencapai angka 132,8. Presly menjelaskan bahwa capaian positif ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang intensif dalam memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah tersebut.
IKD sendiri merupakan instrumen penting yang digunakan BNPB untuk mengevaluasi kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. Penilaian ini melibatkan 71 indikator yang terbagi dalam tujuh parameter prioritas. Parameter tersebut meliputi penguatan kebijakan di bidang kebencanaan, kajian risiko, logistik, penanganan tematik kawasan rawan bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan, serta pengembangan sistem pemulihan bencana.
Presly menekankan bahwa bencana alam dahsyat yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018 menjadi pelajaran berharga. “Bencana alam dahsyat 28 September 2018 melanda Kota Palu menjadi pelajaran berharga, dari situ kita belajar bagaimana hidup bertahan, membangun ketahanan menghadapi risiko hingga pada pemulihan setelah bencana,” ujarnya.
Penilaian IKD dan IRB didasarkan pada data serta dokumen pendukung yang dihimpun oleh pemerintah daerah, khususnya kabupaten/kota. Data ini berkaitan dengan tingkat risiko bencana dan berbagai upaya penanggulangan yang telah serta sedang dilakukan di daerah.
Mengingat tingkat bahaya bencana yang bervariasi di setiap daerah, mulai dari kategori rendah, sedang, hingga tinggi, pengurangan risiko dapat dioptimalkan. Hal ini dapat dicapai melalui mitigasi dan perencanaan yang matang, serta penanggulangan yang tepat guna meminimalkan ancaman.
“Tidak ada pencapaian yang sukses tanpa kerja kolektif. Meski penilaian itu telah menunjukkan pencapaian positif, kami selalu membangun kepercayaan diri dalam mengoptimalkan mitigasi,” tutur Presly. Ia menambahkan, Pemerintah Kota Palu juga berupaya mencapai target Indeks Kinerja Utama (IKU) daerah, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
