Presiden Prabowo Subianto melakukan serangkaian panggilan telepon kepada sejumlah pemimpin negara sahabat dalam rangka silaturahim Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini disebut sebagai upaya mempererat hubungan dan kerja sama antarnegara.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, di Jakarta pada Senin, 23 Maret 2026, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Selain itu, panggilan juga dilakukan kepada Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed.

“Silaturahim ini menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan dan memperkuat kerja sama antarnegara, khususnya di momentum Hari Raya yang penuh makna,” jelas Teddy Indra, sebagaimana dikutip dari siaran pers Sekretariat Kabinet.

Tidak hanya keempat pemimpin tersebut, Presiden Prabowo juga menjalin komunikasi dengan pemimpin negara Muslim lainnya. Ia menghubungi Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Abdullah II dari Kerajaan Yordania, dan Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Panggilan telepon ini dilakukan setelah Presiden Prabowo bermalam takbiran di Sumatra Utara pada Jumat, 20 Maret 2026, melaksanakan Shalat Idul Fitri di Aceh, serta menggelar halalbihalal bersama masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Menurut Seskab, momen silaturahim melalui sambungan telepon ini lebih dari sekadar tradisi perayaan Idul Fitri. Ia menegaskan bahwa hal ini merupakan bukti eratnya persaudaraan antara Indonesia dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya.

Sementara itu, Sekretariat Presiden dalam siaran resminya pada Minggu, 22 Maret 2026, yang dikonfirmasi kembali pada hari ini, menjelaskan bahwa momen silaturahim yang dilakukan Presiden Prabowo melalui sambungan telepon menegaskan peran Indonesia sebagai jembatan persatuan.

“Momen ini menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya hadir sebagai negara (berpenduduk) Muslim terbesar, tetapi juga sebagai jembatan persatuan yang membawa pesan damai, kerja sama, dan harapan bagi dunia Islam. Idul Fitri pun menjadi lebih dari sekadar perayaan, tetapi sekaligus sebagai ruang diplomasi, penguat ukhuwah, dan simbol komitmen Indonesia untuk terus merajut persatuan global,” demikian pernyataan resmi dari Sekretariat Presiden RI.