Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan penyesalan kepada Korea Utara atas penerbangan drone oleh individu yang disebut memicu ketegangan militer yang tidak perlu. Pernyataan ini disampaikan Lee dalam rapat kabinet pada Senin, 6 April 2026, menyusul dakwaan terhadap tiga orang yang dituduh menerbangkan drone ke wilayah Korea Utara antara September hingga Januari.
“Meski ini bukan tindakan pemerintah kami, saya menyampaikan penyesalan kepada pihak Korea Utara atas ketegangan militer yang tidak perlu akibat tindakan ceroboh tersebut,” ujar Lee Jae Myung, seperti dilaporkan Yonhap News Agency.
Ini merupakan kali pertama Lee secara langsung menyampaikan penyesalan kepada Korea Utara, meskipun sebelumnya ia telah berulang kali mengkritik penerbangan drone semacam itu. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut “tidak dapat diterima.”
“Sangat disesalkan bahwa beberapa individu melakukan tindakan provokatif seperti itu terhadap Korea Utara secara mandiri,” tambahnya. Lee juga menyebut tindakan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang tinggal di wilayah perbatasan, serta menyebabkan kecemasan yang signifikan.
Sejak menjabat pada Juni 2025, Presiden Lee Jae Myung telah berupaya membuka kembali dialog dengan Korea Utara. Namun, Pyongyang menolak pendekatan tersebut dan bulan lalu secara resmi menyebut Korea Selatan sebagai “negara paling bermusuhan.”
