Mekah, Sabtu, 16 Mei 2026 – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter PDG 12 Embarkasi Padang gencar melakukan visitasi kesehatan terhadap jemaah haji yang menginap di Al Hidayah Towers Hotel, Mekah. Kegiatan ini merupakan upaya proaktif untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap prima menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pemantauan Langsung di Kamar Jemaah
Visitasi dilakukan langsung ke kamar-kamar jemaah yang berada di lantai 3 dan lantai 4 sayap kiri hotel. Tim yang terlibat dalam kegiatan ini cukup lengkap, meliputi ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan haji (TKH), hingga Petugas Haji Daerah (PHD). Mereka secara cermat memantau kondisi jemaah usai menunaikan umrah wajib.
Selain memeriksa kesehatan fisik, petugas juga memastikan kesiapan mental jemaah dalam menghadapi fase Armuzna. Tahapan ini dikenal sebagai periode paling padat dan menguras tenaga selama pelaksanaan ibadah haji, sehingga persiapan yang matang sangat krusial.
Imbauan Dokter: Hemat Tenaga dan Jaga Pola Makan
Dokter Kloter PDG 12, dr. Maulidya Rahmi, menekankan pentingnya jemaah untuk mulai mengurangi aktivitas fisik berlebihan dan menghemat tenaga. Imbauan ini disampaikan pada Jumat (15/5) sebagai persiapan menuju puncak haji.
“Jemaah perlu menghemat tenaga untuk puncak haji nanti. Pastikan pola makan terjaga, ukur kemampuan diri, dan jangan memaksakan aktivitas yang dapat menguras stamina,” ujar dr. Maulidya Rahmi.
Waspada Cuaca Ekstrem Mekah
Dalam kesempatan visitasi tersebut, petugas kesehatan juga mengingatkan jemaah akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh di tengah cuaca ekstrem Kota Makkah. Suhu udara di Makkah dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius pada siang hari. Kondisi ini membuat jemaah rentan mengalami kelelahan dan dehidrasi jika tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik.
Jemaah diimbau untuk rutin menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan hand sanitizer, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengatur waktu istirahat secara teratur.
Layanan Konsultasi dan Pendampingan Intensif
Petugas kloter juga membuka layanan konsultasi kesehatan bagi jemaah yang mengalami keluhan selama berada di Tanah Suci. Seluruh jemaah diminta untuk segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun agar dapat segera ditangani.
“Jika ada keluhan kesehatan, segera hubungi dokter, perawat, atau petugas kloter lainnya agar bisa cepat ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” tambah dr. Maulidya Rahmi.
PPIH Embarkasi Padang juga terus memperkuat layanan pendampingan terhadap jemaah lanjut usia, disabilitas, dan risiko tinggi (risti). Pendampingan ini bertujuan agar seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah haji dengan aman hingga tahapan Armuzna selesai.
Kegiatan visitasi kesehatan ini menjadi bagian integral dari upaya pelayanan haji tahun 2026 yang mengusung semangat ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Melalui layanan komprehensif ini, petugas berharap seluruh jemaah tetap sehat dan dapat menjalankan puncak ibadah haji secara optimal di Tanah Suci.
