KLATEN — Arus lalu lintas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diprediksi jatuh pada 20–21 Maret 2026. Lonjakan volume kendaraan ini terpantau baik di jalur tol maupun jalan arteri, mendorong Polres Klaten mengoptimalkan rekayasa lalu lintas.

Data terbaru dari Posko Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Klaten mencatat, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut masih terpantau aman dan terkendali. Namun, pengamanan ketat telah disiagakan di berbagai lokasi strategis untuk mengantisipasi potensi kemacetan di titik-titik rawan.

Lonjakan Volume Kendaraan di Jalur Tol dan Arteri

Pada 17 Maret 2026, jumlah kendaraan yang keluar melalui gerbang tol di Klaten mencapai 17.668 unit, menunjukkan kenaikan sebesar 25,2% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke jalur tol tercatat sebanyak 8.762 unit, naik sekitar 7,5%.

Kondisi serupa terjadi di jalur arteri Jogja-Solo, dengan 32.181 kendaraan melintas pada tanggal yang sama. Peningkatan volume ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga puncak arus mudik.

Kasi Humas Polres Klaten, AK Suwoto, menjelaskan langkah antisipasi yang diambil. “Untuk kelancaran arus mudik di jalur tol dan arteri, termasuk jalur wisata, rekayasa lalu lintas dioptimalkan,” ujarnya.

Data Terkini Gerbang Tol Klaten

Hingga Rabu (18/3) pukul 12.00 WIB, aktivitas padat terpantau di tiga gerbang tol utama di Klaten:

  • GT Polanharjo: 759 kendaraan masuk, 1.763 kendaraan keluar.
  • GT Klaten: 532 kendaraan masuk, 1.006 kendaraan keluar.
  • GT Prambanan: 834 kendaraan masuk, 4.623 kendaraan keluar.

Secara keseluruhan, 2.125 kendaraan masuk dan 7.392 kendaraan keluar melalui wilayah Klaten dalam kurun waktu tersebut. Menurut AK Suwoto, dinamika ini merupakan hal yang wajar mengingat perkiraan tanggal Idul Fitri.

Sektor Transportasi dan Pariwisata Bergeliat

Kepadatan tidak hanya terjadi di jalan raya, tetapi juga di simpul transportasi publik. Pada 17 Maret, Stasiun Klaten mencatat 6.356 penumpang, sementara Terminal Klaten melayani 1.511 penumpang.

Sektor pariwisata juga mulai merasakan dampak libur panjang. Destinasi unggulan seperti Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan dan objek wisata air lainnya di Klaten ramai dipadati pengunjung.

Menutup keterangannya, AK Suwoto menegaskan komitmen kepolisian. “Polres Klaten memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026, guna menjamin kelancaran arus mudik dan kenyamanan masyarakat selama periode libur Lebaran,” pungkasnya.