CIREBON – Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota mengintensifkan patroli di sejumlah titik rawan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk tawuran remaja dan tindak pidana pencurian.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar menjelaskan, patroli dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan pendekatan preventif dan edukatif. “Patroli tetap kita laksanakan di jam-jam rawan, seperti saat masyarakat berburu takjil maupun setelah sahur,” ujar Eko pada Rabu (24/2).

Eko menyoroti aktivitas remaja yang kerap berkumpul selepas sahur. Menurutnya, tanpa pengawasan, kegiatan tersebut berpotensi berkembang menjadi aksi tawuran hingga balap liar yang meresahkan warga. “Itu yang menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Selain potensi gangguan remaja, Polres Cirebon Kota juga mewaspadai tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas). Pola aksi kejahatan ini kerap berubah, sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra. “Kalau satu wilayah dipatroli, pelaku bisa pindah ke daerah lain. Tapi, tetap kita maksimalkan pengawasan,” jelas Eko.

Meski dihadapkan pada keterbatasan personel, Eko memastikan patroli tetap difokuskan pada titik-titik rawan. Pihaknya juga mengharapkan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Namun kami juga meminta peran aktif warga untuk menjaga lingkungan mereka sendiri,” harap Eko.

Masyarakat diimbau untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling). Sementara itu, para orang tua diminta untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya pada malam hingga dini hari. Upaya kolektif ini diharapkan dapat menjaga Ramadan tetap aman, nyaman, dan kondusif di Kota Cirebon.