TEMANGGUNG – Empat anggota keluarga ditemukan meninggal dunia di sebuah tenda glamping di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah. Kepolisian Resor Temanggung kini tengah menyelidiki dugaan kuat keracunan akibat sisa makanan barbeque yang ditemukan di lokasi kejadian.

Para korban diidentifikasi sebagai Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16). Mereka berasal dari Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Sisa makanan barbeque yang ditemukan di tenda Glamping Safari Nomor 3 menjadi fokus utama penyelidikan. Barang bukti tersebut kini sedang diperiksa di laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

Kepala Satuan Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menjelaskan bahwa proses otopsi telah dilakukan. “Para korban telah diotopsi di RSUD Tamanggung, kini kami juga menunggu hasil analisanya dan yadil penelitian laboratorium terhadap sisa makanan yang diduga telah dikonsumsi satu keluarga tersebut,” ujarnya pada Jumat (29/5).

Dari hasil pemeriksaan otopsi terhadap keempat jenazah, Komang Mahendra Deputra memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seperti luka atau memar. Dugaan sementara mengarah pada kematian akibat keracunan makanan.

Kronologi kejadian bermula saat keempat korban tiba di destinasi wisata tersebut pada Selasa (26/5) pukul 22.00 WIB untuk berkemah dan bermalam. Pada Rabu (27/5) pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat meminta pengunjung untuk checkout karena area perkemahan akan dibersihkan.

Namun, panggilan dari luar tenda tidak mendapat respons. Komang melanjutkan, hingga sekitar pukul 15.00 WIB, petugas kembali mendatangi tenda dan tetap tidak ada respons. Setelah pintu tenda dibuka, seluruh korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan tubuh kaku.

Setelah dievakuasi ke RSUD Temanggung pada malam itu, tim medis dan kepolisian segera melakukan pemeriksaan serta tindakan otopsi. Gabungan Polres Temanggung dan Polda Jawa Tengah juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Jenazah satu keluarga tersebut kini telah dipulangkan ke keluarga dan dimakamkan di desa tempat tinggal mereka, tetapi polisi masih terus melakukan penyelidikan,” pungkas Komang Mahendra Deputra.