Sejumlah peristiwa penting mewarnai dinamika Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis, 12 Maret 2026. Mulai dari penyelidikan kepolisian atas insiden kebakaran di Gili Trawangan, persiapan pengamanan Operasi Ketupat Rinjani, hingga lonjakan kasus suspek campak yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan setempat.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gili Trawangan
Kepolisian Resor Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, telah menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda sejumlah bangunan tempat usaha di kawasan wisata Gili Trawangan. Insiden ini menarik perhatian publik mengingat Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi wisata unggulan.
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Utara, Iptu Putu Adnyana, pada Kamis (12/3) memastikan bahwa tim penyelidikan masih berada di lokasi kejadian. “Sejumlah anggota kepolisian yang tergabung dalam tim penyelidikan masih berada di lokasi kejadian,” ujarnya di Lombok Utara.
Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp3.042.000 per Gram
Di sektor ekonomi, harga emas Antam terpantau mengalami penurunan tipis pada Kamis, 12 Maret 2026. Berdasarkan pantauan dari laman Logam Mulia pada pukul 09.20 WIB, harga emas Antam turun dari semula Rp3.047.000 menjadi Rp3.042.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback) emas Antam, yang kini berada di angka Rp2.804.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.847.000 per gram.
Polres Lombok Utara Audit Dugaan Korupsi Dana Desa Akar-akar
Penegakan hukum di Lombok Utara juga menyoroti dugaan korupsi dana Desa Akar-akar. Kepolisian Resor Lombok Utara kini berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Barat untuk mengaudit kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.
Kepala Satreskrim Polres Lombok Utara, AKP I Komang Wilandra, pada Kamis (12/3) di Mataram, mengonfirmasi bahwa proses audit telah dimulai. “Jadi, auditnya baru jalan,” katanya.
Ribuan Personel Polda NTB Amankan Operasi Ketupat Rinjani 2026
Menjelang musim mudik dan perayaan hari besar, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026. Operasi ini akan berlangsung selama dua pekan, dimulai sejak 13 Maret 2026.
Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Irjen Pol. Edy Murbowo, pada Kamis (12/3) di Mataram, menjelaskan bahwa total 1.649 personel kepolisian akan terlibat. “Jadi, operasi ini besok mulai. Kami melibatkan personel Polda NTB sampai polres jajaran sebanyak 1.649 personel,” tegas Irjen Pol. Edy Murbowo.
NTB Catat 985 Kasus Suspek Campak, Imunisasi Rendah Jadi Risiko
Kesehatan masyarakat di NTB menghadapi tantangan dengan tercatatnya 985 kasus suspek campak hingga pekan ketujuh tahun 2026. Seluruh kasus ini teridentifikasi berasal dari tiga wilayah, yakni Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, pada Kamis (12/3) di Mataram, mengungkapkan data tersebut. “Total 985 kasus suspek campak di NTB berasal dari tiga daerah tersebut,” jelasnya, mengindikasikan rendahnya cakupan imunisasi sebagai salah satu faktor risiko.
