Polda Metro Jaya berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan Dwintha Anggary (36), cucu seniman Betawi Mpok Nori, yang ditemukan meninggal dunia di kontrakannya di Jalan Daman I, RT 008 RW 002, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu (21/3). Pelaku berinisial F, warga negara asing (WNA) asal Irak yang merupakan suami siri korban, diduga kuat melakukan aksi keji tersebut karena cemburu.

Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J Atupah, menjelaskan bahwa hubungan antara tersangka F dan korban DA adalah suami istri siri. “Kronologi kejadian pembunuhan berawal antara tersangka dengan korban adalah suami istri. Mereka menikah siri,” ungkap AKP Fechy, Rabu (25/3/2026).

Menurut Fechy, beberapa hari sebelum kejadian, pasangan tersebut sering terlibat cekcok. Pertengkaran dipicu oleh kecemburuan F yang menduga DA memiliki hubungan dengan pria lain. “Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena tersangka cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain,” tambahnya.

Puncak ketegangan terjadi pada 20 Maret 2026. Saat itu, F, yang sudah tidak tinggal serumah dengan korban, melihat DA berjalan bersama seorang pria lain di sebuah acara bazar Ramadan. Kejadian ini memicu pertengkaran hebat di antara keduanya.

AKP Fechy melanjutkan, sekitar pukul 22.00 WIB pada hari yang sama, pelaku kembali mendatangi indekos korban. Di sana, F mendapati DA sedang berduaan dengan pria yang sebelumnya terlihat bersamanya di bazar. “Sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku datang lagi ke kosnya korban, dan didapati bahwa di dalam kos, korban lagi berduaan dengan pria yang tadi ketemu di bazar. Kemudian, tersangka diusir, disuruh pulang sama korban,” beber AKP Fechy.

Diduga tidak mampu menahan emosi setelah diusir, F kembali lagi ke indekos korban. Meskipun detail aksi pembunuhan tidak dijelaskan secara rinci dalam kutipan, informasi awal menyebutkan bahwa pelaku sempat mencekik korban hingga meninggal dunia.