Penyidikan kasus narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu lintas daerah yang melibatkan sejumlah aparat dan bandar. Kasus ini membentang dari Kota Bima, NTB, hingga Pontianak, Kalimantan Barat, dengan nilai transaksi mencapai miliaran rupiah.

Tim penyidik menemukan adanya aliran dana besar serta peran berbagai pihak dalam operasional jaringan distribusi barang haram tersebut. Keterlibatan aparat dalam pusaran kasus ini menjadi sorotan utama, menunjukkan kompleksitas dan luasnya jangkauan sindikat narkoba.

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki koneksi yang kuat antarwilayah, memungkinkan distribusi sabu dalam skala besar. Pengungkapan ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba yang selama ini meresahkan masyarakat.