Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) berencana membangun kompleks pesawat tempur baru yang masif di Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska. Proyek strategis ini diperkirakan menelan biaya hampir 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 121,59 triliun, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional Pacific Air Forces.
Menurut analisis RIA Novosti terhadap laporan anggaran Tahun Anggaran (FY) 2027 Pentagon yang dirilis pada Senin, 4 Mei 2026, proyek ini dikenal sebagai Fighter Town Recapitalization. Ini merupakan program baru yang diusulkan dalam anggaran 2027.
Untuk memulai pembangunan, Angkatan Udara AS mengajukan alokasi awal sebesar 2,066 miliar dolar AS (sekitar Rp 35,9 triliun) dalam tahun anggaran 2027. Pembangunan kompleks ini diperkirakan akan berlanjut hingga Desember 2035.
Investasi besar-besaran ini didorong oleh kebutuhan untuk menyesuaikan fasilitas pangkalan dengan tuntutan Strategi Pertahanan Nasional AS. Pentagon menyatakan bahwa fasilitas lapangan udara yang ada saat ini tidak mampu mendukung peningkatan operasi pesawat tempur.
Oleh karena itu, pembangunan kompleks pangkalan udara baru secara komprehensif sangat diperlukan. Fasilitas yang akan dibangun mencakup hanggar perawatan, kompleks amunisi konvensional, serta asrama untuk 320 personel guna mengatasi kekurangan perumahan di pangkalan.
Proyek ini masih dalam tahap awal, dengan Angkatan Udara AS baru memulai proses desain dan proposal pada Maret 2026. Konstruksi dijadwalkan akan dimulai pada Desember 2027.
Selain kompleks pesawat tempur utama, Angkatan Udara AS juga mengajukan dana terpisah. Sebesar 42 juta dolar AS (sekitar Rp 729,5 miliar) diajukan dalam tahun anggaran 2027 sebagai bagian dari proyek senilai total 355 juta dolar AS (sekitar Rp 6,16 triliun).
Dana ini dialokasikan untuk pembangunan Pusat Uji dan Pelatihan Terpadu Bersama. Fasilitas simulator canggih ini dirancang untuk melatih pilot menghadapi pertempuran modern dengan mensimulasikan berbagai ancaman lintas domain dalam lingkungan virtual.
