Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan publik dan pembangunan daerah. Langkah ini diambil di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berpotensi memengaruhi kapasitas fiskal daerah.
Gubernur Sulteng Anwar Hafid, dalam keterangannya di Palu pada Senin, 23 Februari 2026, menyatakan bahwa tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menjadi fase krusial dalam membangun fondasi pemerintahan yang responsif, terbuka, dan berpihak pada rakyat.
Prioritas Pembangunan di Tengah Keterbatasan Fiskal
Anwar Hafid menekankan pentingnya sikap proaktif pemerintah daerah. “Di saat anggaran kita dipotong cukup besar, kami sepakat untuk tidak mengeluh. Kalau pemerintah loyo, rakyat ikut lemah. Maka kami memilih tetap bekerja, tetap tersenyum, dan memastikan program prioritas tetap berjalan,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemprov Sulteng berhasil mencatatkan sejumlah capaian makro yang menunjukkan ketahanan dan arah pembangunan positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah pada tahun 2025 meningkat dari 72 menjadi 72,80. Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah juga bertahan pada peringkat kedua tertinggi secara nasional, menandakan stabilitas ekonomi di tengah tekanan fiskal.
Implementasi Program Unggulan “Sembilan Berani”
Capaian tersebut ditopang oleh implementasi program unggulan “Sembilan Berani”, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
- Berani Cerdas: Di sektor pendidikan, pemerintah provinsi telah menjalin kerja sama dengan sekitar 400 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kerja sama ini bertujuan memastikan mahasiswa penerima program Berani Cerdas mendapatkan pembiayaan pendidikan secara langsung ke kampus tanpa prosedur berbelit.
- Berani Sehat: Program ini menjadi bantalan penting di sektor kesehatan. Ketika secara nasional jutaan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinonaktifkan, sekitar 111 ribu warga di Provinsi Sulawesi Tengah terdampak kebijakan tersebut. Namun, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Gubernur Anwar Hafid menegaskan, “Saya tidak ingin masyarakat Sulawesi Tengah takut berobat hanya karena kartu JKN-nya nonaktif. Selama ada KTP, pemerintah hadir.”
Penguatan Infrastruktur dan Pendorong Ekonomi
Di bidang infrastruktur, pemerintah provinsi fokus membuka konektivitas wilayah melalui pembangunan ruas jalan strategis, termasuk jalur Sausu-Sigi yang selama ini menjadi titik rawan longsor dan menghambat distribusi hasil perkebunan masyarakat.
Sektor transportasi udara juga diperkuat dengan pembukaan penerbangan internasional serta rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026. Pihaknya juga mendorong pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri agar ke depan mampu menjadi embarkasi haji.
Sebagai bagian strategi penggerak ekonomi daerah, Kota Palu dipersiapkan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2027. Kegiatan ini diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia.
“Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik. Itu sebabnya saya minta kegiatan nasional dipusatkan di Palu,” kata Anwar Hafid.
Peningkatan Layanan Kesehatan dan SDM Medis
Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido menambahkan, tahun 2025 juga menjadi tonggak sejarah layanan kesehatan daerah dengan terlaksananya operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata. Hal ini menandai peningkatan kapasitas layanan rujukan di daerah.
Menurut Reny, peningkatan layanan kesehatan harus diiringi penguatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pemerintah provinsi menargetkan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis mulai tahun 2026 melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama.
“Insyaallah, tahun 2026 Sulawesi Tengah sudah memiliki pendidikan dokter spesialis sendiri. Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,” ujar Reny A Lamadjido.
Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan yang sedang berjalan demi Sulawesi Tengah yang semakin maju dan sejahtera.
