Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyalurkan sebanyak 127 ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Ratusan hewan kurban ini didistribusikan kepada masyarakat yang berhak di 13 kabupaten/kota di Sulteng.
Gubernur Sulteng Anwar Hafid secara simbolis menyerahkan bantuan hewan kurban kepada panitia di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, pada Rabu (27/5/2026). Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini.
“Tahun ini luar biasa. Di tengah efisiensi anggaran dan kondisi bangsa saat ini, semangat berkurban masyarakat dan jajaran pemerintah tetap tinggi. Total hewan kurban yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 127 ekor hewan kurban,” kata Gubernur Anwar Hafid.
Anwar Hafid juga menyebutkan bahwa Sulawesi Tengah kembali menerima bantuan dari Presiden Republik Indonesia. “Alhamdulillah, pada Idul Adha tahun ini Sulawesi Tengah mendapatkan 14 ekor sapi bantuan Presiden, satu ekor untuk provinsi dan masing-masing satu ekor untuk setiap kabupaten dan kota,” ujarnya.
Salah satu sapi bantuan Presiden yang disalurkan adalah sapi bernama “Kentung” dengan bobot mencapai 922 kilogram. Selain bantuan Presiden, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan juga mengalokasikan lima ekor sapi untuk masing-masing kabupaten dan kota.
Secara keseluruhan, ratusan hewan kurban tersebut berasal dari berbagai sumber, meliputi bantuan Presiden Republik Indonesia, pemerintah provinsi, perangkat daerah, pengusaha, serta partisipasi tokoh masyarakat.
Khusus di Masjid Raya Baitul Khairaat, panitia menerima 10 ekor sapi dan enam ekor kambing. Hewan-hewan kurban ini akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk panti asuhan dan warga kurang mampu. Panitia telah menyiapkan sebanyak 1.850 kupon pembagian daging kurban yang diprioritaskan untuk penerima di sekitar masjid dan panti asuhan.
Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan hanya sekadar prosesi penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ajang untuk memperkuat nilai pengorbanan, kepedulian, dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Pengorbanan itu artinya pemerintah bekerja keras menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Sementara masyarakat memberikan dukungan dan doa kepada pemerintah. Dengan kerja keras dan doa bersama, insya Allah keberkahan akan turun untuk daerah yang kita cintai ini,” jelasnya.
Ia berharap semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha dapat terus mempererat persaudaraan dan membawa keberkahan bagi Sulawesi Tengah.
