Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, mengumumkan layanan gratis bagi pengguna Bus Trans Palu. Kebijakan ini akan berlaku selama tiga hari, mulai sehari setelah Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu, Trisno Yunianto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Palu untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Layanan bus gratis kami berlakukan sehari setelah hingga hari ke tiga lebaran,” kata Trisno di Palu, Jumat (20/3/2026).
Selama bulan Ramadan, Bus Trans Palu tetap beroperasi melayani semua koridor di Kota Palu. Namun, pada momen Hari Raya Idul Fitri, pengemudi dan kondektur akan mendapatkan satu hari libur. Setelah itu, pelayanan akan kembali dilaksanakan seperti sediakala.
Trisno menegaskan bahwa layanan bus gratis ini akan melayani semua titik pemberhentian yang telah ditetapkan, baik di pusat kota maupun di wilayah pinggiran. “Titik pemberhentian sudah diatur, angkutan tersebut wajib berhenti di Koridor itu untuk mengambil penumpang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada malam takbiran, rute Bus Trans Palu tidak akan mengalami perubahan, meskipun potensi penumpukan kendaraan di jalur-jalur tertentu mungkin terjadi.
Keberadaan Bus Trans Palu merupakan wujud konsistensi Pemkot Palu dalam menyediakan layanan moda transportasi umum kepada masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam penyelenggaraan transportasi ini, Pemkot Palu bekerja sama dengan PT Bagong Transportasi yang mengoperasikan 24 unit kendaraan, dengan dua unit lainnya disiapkan sebagai cadangan.
Pemkot Palu mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan layanan gratis ini. Hal ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas warga dalam bersilaturahmi dengan keluarga maupun kerabat di berbagai wilayah. “Selama pemberlakuan kebijakan itu kami memastikan pelayanan optimal,” tutup Trisno.
