Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tengah mengkaji secara serius untuk mempermanenkan kebijakan lima hari sekolah pada jenjang pendidikan dasar. Langkah ini diambil setelah uji coba kebijakan tersebut berjalan hampir satu bulan dengan respons positif dari berbagai pihak.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengungkapkan bahwa uji coba ini mendapat sambutan baik. “Uji coba lima hari sekolah sudah berjalan hampir sebulan dan respons masyarakat, khususnya orang tua murid, sejauh ini terpantau sangat positif,” ujar Mohan di Mataram, Kamis (5/2/2026).

Meskipun demikian, Mohan tidak menampik adanya beberapa kritik dan masukan. Namun, ia menilai bahwa kebijakan ini membawa manfaat jangka panjang yang lebih besar bagi tumbuh kembang anak dan keharmonisan keluarga. Menurutnya, kebijakan ini merupakan upaya Pemkot Mataram untuk meningkatkan kualitas waktu luang keluarga serta efisiensi persiapan belajar bagi tenaga pendidik untuk pekan berikutnya.

Untuk memuluskan langkah menuju lima hari sekolah permanen, Pemkot Mataram akan membentuk regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwal). Proses ini akan diawali dengan peninjauan langsung ke lapangan. Wali Kota Mohan berencana mengecek langsung kondisi anak-anak dan aktivitas di salah satu sekolah guna melihat aspek yang perlu disempurnakan. “Setelah itu baru kami perluas dan permanenkan dalam bentuk peraturan resmi,” tegasnya.

Menanggapi isu kejenuhan siswa akibat jam sekolah yang lebih panjang hingga sore hari, Wali Kota Mohan meminta para guru untuk lebih kreatif dalam mengisi waktu luang atau jeda pembelajaran. “Guru penting menciptakan suasana belajar yang lebih gembira dan tidak membosankan bagi anak-anak selama masa transisi,” pesannya.

Mohan Roliskana juga kembali menekankan beberapa poin utama yang menjadi pertimbangan untuk mempermanenkan aturan lima hari sekolah. Hal ini termasuk memberikan waktu lebih banyak bagi anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga pada akhir pekan, serta guru memiliki waktu lebih luang untuk mempersiapkan bahan ajar secara lebih matang untuk minggu berikutnya. “Serta memudahkan orang tua dalam mengatur jadwal penjemputan anak sekolah yang lebih selaras dengan jam pulang kerja,” pungkasnya.