Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan ribuan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayahnya akan tetap menyala optimal sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama saat aktivitas malam hari meningkat.
Kepala Dishub Kota Mataram, Zulkarwin, pada Selasa (17/2/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah menggencarkan pemeliharaan PJU di seluruh kota. “Langkah itu diambil agar seluruh ruas jalan utama di Kota Mataram tetap terang benderang sebab saat Ramadhan aktivitas malam masyarakat meningkat,” ujar Zulkarwin di Mataram.
Selain pemeliharaan intensif, tim Dishub juga rutin melakukan patroli berkala. Patroli ini bertujuan untuk mengecek kondisi fisik lampu serta jaringan kabel PJU. “Kami tetap patroli untuk memastikan PJU menyala,” tegasnya.
Mengingat jumlah PJU di Kota Mataram mencapai sekitar 3.000 titik, Zulkarwin sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat. Ia meminta warga untuk segera melapor jika menemukan lampu PJU yang padam. Kendala padamnya lampu terkadang disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem atau gangguan jaringan yang tidak terduga.
Zulkarwin juga menjelaskan adanya pembagian kewenangan dalam pengelolaan PJU. Dishub bertanggung jawab atas lampu-lampu yang berada di jalur utama, sementara lampu di area taman atau lingkungan pemukiman menjadi wewenang Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Beberapa titik yang menjadi perhatian khusus dalam pemeliharaan meliputi Jalan Udayana, yang sering menjadi pusat berkumpulnya masyarakat hingga malam hari. “Selain itu area Banjar Getas dan Jalan Selaparang dilakukan pengecekan rutin untuk memastikan distribusi cahaya yang merata,” imbuh Zulkarwin.
Untuk mendukung upaya ini, Dishub Kota Mataram mengalokasikan anggaran pemeliharaan PJU sebesar Rp150 juta untuk periode semester pertama tahun 2026. Anggaran tersebut mencakup penggantian lampu, perbaikan jaringan kabel, dan biaya operasional lainnya. “Jika kurang, kami bisa ajukan melalui APBD perubahan 2026. Untuk tahun 2025 anggaran perawatan mencapai sekitar Rp300 juta untuk satu tahun penuh,” pungkas Zulkarwin.
