Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, bergerak cepat menyambut lonjakan pengunjung jelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemkot Mataram akan segera mengundang seluruh pemilik toko untuk menyelaraskan komitmen pelayanan maksimal, menjaga keamanan, dan memastikan kelancaran lalu lintas di pusat-pusat perbelanjaan.

Asisten I Setda Kota Mataram, H Lalu Martawang, pada Rabu (11/3/2026) di Mataram, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut akan melibatkan jajaran Polresta Mataram. Hal ini ditekankan karena aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama.

Komitmen Pelayanan dan Keamanan

“InsyaAllah, besok atau lusa, para pemilik toko akan kami undang untuk menyamakan persepsi dan komitmen layanan,” kata H Lalu Martawang.

Pertemuan ini dinilai krusial mengingat Kota Mataram merupakan pusat perdagangan di Provinsi NTB. Diprediksi, kota ini akan ramai dikunjungi tidak hanya oleh warga Mataram, tetapi juga dari luar kota, terutama pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Untuk itu, Pemkot Mataram berupaya memastikan kesiapan pusat perbelanjaan dan toko fesyen dalam memberikan pelayanan terbaik. Ini termasuk penataan area parkir guna menghindari kemacetan arus lalu lintas yang diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan.

Instruksi Tegas untuk Pelaku Usaha

Beberapa instruksi tegas akan diberikan kepada para pelaku usaha guna menjaga ketertiban kota, antara lain:

  • Pengelola diminta memastikan lokasi parkir tertata rapi agar tidak menimbulkan kemacetan di ruas jalan utama.
  • Jaminan keamanan pengunjung harus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap tindakan kriminal seperti pencopetan dan kehilangan barang.
  • Pedagang diimbau untuk tidak mengambil keuntungan sesaat dengan menaikkan harga secara tidak wajar (aji mumpung) demi keberlangsungan bisnis jangka panjang.

“Kami juga menyarankan adanya inovasi pelayanan dari para pemilik toko misalnya dengan membuat area swafoto sebagai strategi pemasaran kekinian guna memberikan kesan positif bagi pengunjung,” tambah Martawang.

Selain itu, Pemkot Mataram juga akan menempatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan. “Bila perlu, pemilik toko melakukan penataan parkir internal karyawan agar tidak mengurangi kapasitas parkir bagi pengunjung,” tegasnya.

Pengawasan PMKS dan Kesan Positif

Di sisi lain, Dinas Sosial juga diperintahkan untuk melakukan pengawasan khusus terhadap keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti anak jalanan, gelandangan, dan pengemis yang kerap meningkat di sekitar pusat perbelanjaan menjelang Lebaran.

“Kami ingin memastikan Kota Mataram menjadi tuan rumah yang baik. Pelayanan harus maksimal agar pengunjung merasa aman, nyaman, dan memiliki kesan positif untuk kembali berbelanja di Mataram,” pungkas H Lalu Martawang.