Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggandeng seluruh pemangku kepentingan sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kasus stunting di daerah tersebut. Langkah ini diawali dengan kegiatan pra-musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tematik stunting.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, secara resmi membuka kegiatan Pra-Musrenbang Tematik Stunting yang berlangsung di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, pada Senin (9/3/2026). Samuel Yansen Pongi menekankan bahwa kegiatan ini merupakan ruang strategis bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Sigi.
Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Penurunan Stunting
Samuel Yansen Pongi menegaskan pentingnya kolaborasi ini untuk mencapai target penurunan stunting. “Tentunya ini untuk menyatukan langkah dan komitmen kita semua dalam upaya percepatan penurunan kasus stunting di Sigi,” katanya di Sigi, Senin.
Ia mengemukakan bahwa setiap OPD harus memiliki rencana program dan strategi intervensi yang jelas. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh upaya penanganan stunting di daerah tersebut berjalan optimal, terarah, dan efektif. “Harapannya setiap perangkat daerah bisa menyelaraskan program dan kegiatan dengan fokus pada peningkatan gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak serta perbaikan sanitasi dan pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.
Penurunan kasus stunting ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026. Penuntasan stunting ditempatkan sebagai salah satu prioritas daerah. “Jadi untuk fokus tematik pembangunan daerah yakni pada sektor pangan, pendidikan dan penuntasan berbagai persoalan sosial lainnya,” tambahnya.
Angka Stunting Menurun Signifikan
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, kasus stunting pada tahun 2025 di daerah tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan. Angka stunting turun sebesar 21,45 persen, dari sebelumnya 33 persen menjadi 11,55 persen.
Selain itu, terdapat kabar baik dari lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Sigi yang telah dinyatakan bebas dari kasus stunting. Desa-desa tersebut meliputi Desa Mamu, Mapahi, dan Tuwo Tani Jaya di Kecamatan Pipikoro, serta Desa Tanah Harapan dan Sarumana di Kecamatan Palolo.
