Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, secara resmi membuka pintu air Sluis Kuro pada Selasa (3/3). Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat surutnya genangan banjir luapan Bengawan Jero yang telah merendam lima kecamatan di Lamongan selama beberapa bulan terakhir.
Juru Bicara Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, mengonfirmasi pembukaan pintu air tersebut. “Iya, sejak Senin sore kemarin Pintu Air Sluis Kuro telah dibuka,” kata Sugeng Widodo pada Selasa (3/3).
Pembukaan Sluis Kuro dimungkinkan seiring dengan menurunnya debit permukaan sungai Bengawan Solo dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menciptakan peluang bagi DAM Sluis Kuro untuk berfungsi optimal sebagai saluran pembuangan air.
Dengan diaktifkannya saluran pematusan air ini, diharapkan genangan banjir yang masih menggenangi 43 desa di lima kecamatan kawasan Bonorowo dapat segera mengalami penurunan signifikan. Pemkab Lamongan telah melakukan berbagai upaya intensif untuk mengatasi banjir yang berkepanjangan ini.
Selain pembukaan Sluis Kuro, Pemkab Lamongan juga mengoperasikan 17 pompa air di dua titik pembuangan utama. Sebanyak 15 pompa ditempatkan di Sluis Kuro, Kecamatan Karangbinangun, sementara dua pompa lainnya beroperasi di pintu air Belik, Desa Canditunggal, Kecamatan Kalitengah.
“Semoga genangan segera surut,” pungkas Sugeng Widodo, menyampaikan harapan pemerintah daerah terhadap upaya penanganan banjir ini.
sumber gambar: mediaindonesia.com 