Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menyusun peta jalan industri agromaritim untuk periode 2025-2029. Inisiatif ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk menata arah pembangunan industri yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, mengungkapkan bahwa sebanyak 38 komoditas unggulan agromaritim telah dikonsepkan dan dipilah untuk menjadi prioritas pengembangan. “Kami membangun ekosistem industri secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di Mataram, Sabtu (20/12/2025).
Nuryanti menjelaskan, penyusunan peta jalan ini selaras dengan kebijakan nasional, termasuk arah Peraturan Presiden terkait hilirisasi industri. Pemerintah NTB memfokuskan penguatan sektor hulu, pengembangan sentra industri yang tersebar di 10 kabupaten/kota, serta penguatan industri halal sebagai keunggulan daerah dalam lima tahun ke depan.
Menurut Nuryanti, pengembangan ekosistem industri agromaritim merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi dan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Sejalan dengan pengembangan NTB sebagai pusat investasi, industri agromaritim diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. “Dengan penguatan ekosistem industri agromaritim, kami optimistis sektor industri dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian NTB,” kata Nuryanti.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB akan mengawal implementasi peta jalan tersebut guna mendukung target pertumbuhan sektor industri hingga tujuh persen. Peta jalan industri agromaritim ini juga menjadi penguatan arah kebijakan pembangunan industri dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.
