Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB dan seluruh perbankan setempat memperluas layanan penukaran uang tunai. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026, dengan fokus memastikan ketersediaan uang tunai segar hingga ke pelosok Lombok dan Sumbawa.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Moh Faozal, menegaskan bahwa negara hadir melalui Bank Indonesia untuk memastikan kedaulatan rupiah, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. “Layanan ini memastikan warga di pelosok Lombok dan Sumbawa tidak perlu khawatir sulit mendapatkan uang tunai segar untuk kebutuhan Lebaran. Penandatanganan komitmen hari ini adalah jaminan layanan akan berjalan lebih baik, aman, dan merata,” ujar Faozal saat peluncuran program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026 di Mataram, Kamis.

Faozal, yang juga menjabat sebagai Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) BPR, mengusulkan agar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan 49 cabang diikutsertakan sebagai mitra BI. Keterlibatan BPR diharapkan dapat memperluas akses layanan, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar pasar rakyat.

Dua Dimensi Strategis Program Serambi 2026

Program Serambi 2026 dinilai memiliki dua dimensi strategis bagi NTB. Pertama, pengendalian inflasi melalui ketersediaan uang tunai yang cukup untuk memperlancar transaksi dan menjaga daya beli masyarakat. Kedua, edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, yang mendorong masyarakat untuk berbelanja secara bijak serta memanfaatkan transaksi non-tunai guna mendukung ekonomi NTB yang modern.

“Membawa uang baru saat pulang kampung sudah menjadi tradisi. Melalui sinergi BI dan perbankan, kami ingin memastikan momen tersebut berjalan lancar dan membawa kebahagiaan bagi umat Muslim yang sedang beribadah,” tambah Faozal.

Kepala Perwakilan BI NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menjelaskan bahwa Serambi 2026 merupakan upaya Bank Indonesia untuk menghadirkan uang rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, serta berkualitas dan layak edar.

Proyeksi Kebutuhan Uang dan Titik Layanan

Secara nasional, kebutuhan uang pada momentum Ramadhan tahun ini diproyeksikan mencapai Rp185,6 triliun, menunjukkan peningkatan 15,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp161 triliun. Untuk wilayah NTB sendiri, kebutuhan uang tunai diperkirakan mencapai Rp3,07 triliun, naik signifikan 27,48 persen dari tahun lalu.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, BI NTB telah menyiapkan uang rupiah sebesar Rp3,3 triliun. Selain itu, BI bersinergi dengan perbankan di NTB dengan menyediakan 85 titik layanan penukaran uang guna memastikan layanan mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Kami berharap layanan penukaran yang disediakan dapat bermanfaat bagi masyarakat Provinsi NTB, serta mendukung transaksi ekonomi selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 hijriah,” tutup Hario.