Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara aktif melibatkan seluruh kader posyandu dan Tim Penggerak PKK dalam upaya percepatan penanganan stunting di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul peluncuran posyandu enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kecamatan Palolo pada Senin (9/2/2026), yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja posyandu dan menekan angka stunting.
Sigi Libatkan Kader Posyandu dan PKK
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menegaskan pentingnya keterlibatan kader posyandu dan Tim Penggerak PKK guna mendukung percepatan penanganan stunting di wilayah setempat. “Dengan demikian diharapkan kinerja posyandu ke depan akan meningkat dan prevalensi stunting di Sigi semakin membaik,” kata Rizal saat ditemui di Palolo, Sigi, Senin.
Ia mengemukakan bahwa setiap wilayah kecamatan harus memastikan pelayanan sudah sesuai dengan standar yang berlaku dan kebutuhan masyarakat. “Jadi kerjanya ini secara bersama-sama dan gotong royong di enam bidang standar pelayanan minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum dan sosial,” ucapnya.
Penurunan Angka Stunting Signifikan
Menurut Rizal, penanganan stunting saat ini memanfaatkan masing-masing posyandu di setiap desa. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus stunting di Sigi pada tahun 2025 turun signifikan menjadi 11,55 persen dari angka 33 persen pada tahun sebelumnya. “Berdasarkan data Dinas Kesehatan bahwa kasus stunting tahun 2025 turun menjadi 11,55 persen dari tahun sebelumnya di angka 33 persen,” sebutnya.
Rizal menyebutkan, salah satu faktor utama penurunan kasus stunting di Sigi adalah penerapan enam bidang SPM di seluruh posyandu. Inisiatif ini dinilai efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.
Harapan untuk Peran Kader Posyandu
Ke depan, seluruh kader posyandu diharapkan mampu melakukan deteksi dini masalah kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta pemeriksaan kesehatan bagi semua kelompok sasaran yang ada. “Ke depan seluruh kader diharapkan mampu melakukan deteksi dini masalah kesehatan, pemantauan tumbuh kembang serta pemeriksaan kesehatan bagi semua kelompok sasaran yang ada,” kata dia.
Ia juga berharap posyandu dapat menjadi wadah edukasi, penguatan peran kader, dan menguatkan partisipasi aktif masyarakat. “Para kader posyandu harus memastikan data yang akurat dan efisien sehingga mengarahkan pada intervensi yang komprehensif dan terintegrasi dengan baik dalam penurunan stunting,” ujarnya.
