Pembangunan lumbung pangan atau food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan, terus dikebut sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang krusial untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Proyek ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Peneliti Indikator Politik, Bawono Kumoro, menegaskan pentingnya kelanjutan PSN Wanam di masa depan. “Tentu harus tetap dilanjutkan. Jangan justru terhenti ketika ada upaya dari kalangan tertentu yang mencoba menggagalkan program ini,” kata Bawono, Rabu (20/5/2026).

Bawono mengidentifikasi adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya menghambat pembangunan sektor ketahanan pangan, termasuk program cetak sawah satu juta hektare di Wanam. “Termasuk dengan pembuatan film Pesta Babi,” jelasnya.

Menurut Bawono, manfaat proyek lumbung pangan di Wanam akan sangat terasa dalam jangka panjang. “Mungkin di masa jangka pendek atau jangka menengah ini belum bisa terlihat secara jelas buah dari program ketahanan pangan ini, tapi di masa jangka panjang, di masa depan tentu akan memiliki nilai strategis program tersebut. Karena itu harus tetap dilanjutkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Progres Signifikan dan Harapan Masyarakat Lokal

PSN Wanam di Papua Selatan menunjukkan progres yang signifikan, dengan beberapa fasilitas utama telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek ini membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Papua, Tarsan Balagaize, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan yang kini menjangkau kampung dan dusun mereka. Ia menilai manfaat proyek ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. “Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” kata Tarsan, dikutip di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Tarsan meyakini program pembangunan dari pemerintah pusat ini akan membuka peluang kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan makmur. “Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat berarti kita punya kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah akan jadi lebih makmur,” tambahnya.

Warga setempat juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur. “Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,” tutur seorang warga.

Fasilitas Penunjang Hampir Rampung

Seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam. Area jetty multipurpose dan solar cell telah mencapai progres 100 persen. “Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,” ujar petugas proyek.

Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sementara warehouse multipurpose mencapai 88 persen. “Untuk HSD tank kapasitas 5.000 meter per ton kita sudah menyetok di 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88 persen, dan disusul yang pasti oleh solar cell kita sudah 100 persen,” jelasnya.

Wanam kini diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru seluas 1 juta hektare. PSN ini didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group, tidak hanya membuka lahan pertanian, tetapi juga membangun ekosistem kehidupan baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara. Kunci dari seluruh ekosistem ini adalah konektivitas.