Arus mudik melalui Pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Lebaran 2026. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Kupang telah menyiapkan tujuh kapal untuk melayani lonjakan penumpang yang hendak pulang kampung.

Kepala Cabang PT Pelni Kupang, Teguh Hari Setiadi, memprediksi kenaikan jumlah penumpang yang berangkat dari Kupang sekitar 2-3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penumpang yang datang diperkirakan meningkat lebih tinggi, yakni 2-5 persen.

“Untuk kegiatan angkutan Lebaran tahun 2026 di Kota Kupang, kami memprediksi ada peningkatan sekitar 2-3 persen penumpang yang mudik menggunakan kapal Pelni dari Kupang. Untuk penumpang yang datang juga diperkirakan meningkat sekitar 2-5 persen,” kata Teguh saat ditemui di Pelabuhan Tenau Kupang pada Jumat (13/3/2026).

Dari proyeksi tersebut, Pelni memperkirakan jumlah penumpang akan bertambah sekitar 1.000 hingga 2.500 orang dibandingkan periode sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Pelni Cabang Kupang mengoperasikan enam kapal reguler dan satu kapal tambahan.

Kapal-kapal tersebut meliputi KM Bukit Siguntang, KM Tidar, KM Lawit, KM Awu, KM Sirimau, KM Wilis, serta KM Binaiya sebagai kapal tambahan. Armada ini melayani berbagai rute dari Kupang menuju sejumlah daerah tujuan penumpang, seperti Lembata, Nunukan, Makassar, hingga Balikpapan.

Puncak arus mudik mulai terlihat sejak 10 Maret 2026, ketika KM Tidar mengangkut sekitar 2.100 penumpang dari Pelabuhan Tenau. Pelni memperkirakan lonjakan penumpang akan terus terjadi pada 16 hingga 20 Maret, seiring kedatangan kapal-kapal Pelni secara berurutan.

Dalam memberikan pelayanan, Pelni menerapkan tiga prinsip utama: safety first, zero accident, dan service excellence. Perusahaan juga melakukan evaluasi rutin terhadap berbagai sektor pelayanan, mulai dari loket penjualan tiket, sistem keberangkatan penumpang, hingga fasilitas di atas kapal.

Selain itu, Pelni berkoordinasi erat dengan berbagai pihak di pelabuhan, termasuk KSOP, TNI AL, Kepolisian, Pelindo, karantina kesehatan, karantina ikan, hewan dan tumbuhan, serta tenaga kerja bongkar muat. Koordinasi ini bertujuan memastikan proses pelayanan penumpang berjalan aman, nyaman, dan tertib.

Kementerian Perhubungan juga memberikan dispensasi kepada Pelni untuk menambah alokasi penumpang hingga 35 persen dari kapasitas kursi yang tersedia selama masa angkutan Lebaran.

Pemerintah turut memberikan stimulus berupa diskon tiket sebesar 30 persen, yang berlaku mulai 6 Maret hingga 6 April 2026. Program ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang hendak mudik menggunakan kapal laut dari Kupang.

Pelni mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui kanal resmi, seperti aplikasi Pelni Mobile, gerai ritel, maupun layanan perbankan. Masyarakat diminta untuk tidak mempercayai penjualan tiket melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat membeli tiket melalui kanal resmi dan tidak percaya pada calo atau penjualan tiket di media sosial karena berpotensi penipuan,” Teguh menegaskan. Ia juga meminta calon penumpang untuk memesan tiket jauh-jauh hari agar tidak kehabisan tiket menjelang puncak arus mudik Lebaran.