PT Pelita Air Service mengonfirmasi insiden jatuhnya salah satu armadanya di kawasan perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2). Pesawat tersebut merupakan jenis kargo pengangkut bahan bakar yang diawaki oleh satu pilot, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, yang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Corporate Secretary PT Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, menegaskan bahwa penerbangan nahas itu adalah layanan kargo, bukan penerbangan penumpang. “Pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan,” ungkap Patria dalam keterangan yang diterima pada Kamis (19/2).

Pesawat yang digunakan adalah Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA. Patria menambahkan, saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan.

Saat ini, proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Kementerian Perhubungan juga telah menjelaskan kronologi awal insiden tersebut.