Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) telah menerima surat pengunduran diri dua pevoli andalan, Rivan Nurmulki dan Nizar Julfikar, dari pemusatan latihan Timnas Voli Putra Indonesia. Keputusan ini menempatkan pelatih Sergio Veloso dalam posisi krusial untuk segera menyusun skenario terbaik bagi tim.

Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Wakabid Binpres) PBVSI, Loudry Maspaitella, mengonfirmasi bahwa kedua pemain tersebut telah menyampaikan langsung niat mereka kepada Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, yang sebelumnya memanggil langsung para pemain untuk bergabung.

Tantangan Berat untuk Sergio Veloso

Mundurnya Rivan dan Nizar menjadi tantangan besar bagi skuad Merah Putih. Keduanya masih dianggap sebagai salah satu pevoli terbaik di Tanah Air, sehingga kontribusi mereka sangat dibutuhkan oleh Timnas Voli Putra Indonesia.

“Sekarang saya tinggal Sergio Veloso untuk bisa memaksimalkan yang ada. Saya berharap pemain yang datang bisa mengisi peran yang ditinggalkan,” ungkap Loudry Maspaitella saat dihubungi JPNN.com pada Kamis (21/5/2026).

Performa Gemilang Nizar dan Penggantinya

Nizar Julfikar sendiri baru saja kembali mendapatkan panggilan dari PBVSI setelah menunjukkan performa gemilang pada ajang AVC Champions League 2026. Bersama Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar berhasil mengantarkan tim milik Kepolisian RI tersebut meraih gelar juara di turnamen antarklub Asia itu.

Pevoli kelahiran 9 Desember 1994 itu bersinar sepanjang turnamen, menjadi salah satu kunci kesuksesan Jakarta Bhayangkara Presisi. Dengan mundurnya Nizar, posisinya di Timnas akan diisi oleh rekan satu timnya di Bhayangkara Presisi, yaitu Alfin Daniel Pratama.

PBVSI kini menuntut pelatih baru Timnas Voli Putra Indonesia, Sergio Veloso, untuk meramu tim dengan maksimal guna menghadapi kompetisi mendatang, menyusul absennya dua pilar penting tersebut.