Megawati Hangestri Pertiwi memutuskan mundur dari pemusatan latihan Tim Nasional Voli Putri Indonesia. Keputusan ini diambil pevoli kelahiran 20 September 1999 itu untuk fokus pada pemulihan cedera yang dialaminya. Federasi Voli Indonesia (PBVSI) melalui Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Wakabid Binpres), Loudry Maspaitella, menyatakan menghormati keputusan Megawati.
Dengan absennya Megawati, PBVSI kini menuntut pelatih Timnas Voli Putri Indonesia, Marcos Sugiyama, untuk segera menemukan pengganti yang sepadan. Loudry Maspaitella menegaskan pentingnya mencari pemain yang memiliki kualitas setara untuk mengisi posisi opposite.
PBVSI Harapkan Arsela Nuari Purnama
“Kami tidak akan memaksakan Megawati. Mau tidak mau kami harus menuntut Marcos Sugiyama untuk mencari pengganti sepadan dari Mega pada pemusatan latihan nanti,” ujar Loudry, pria kelahiran 17 September 1969, saat dihubungi pada Selasa (5/5).
Saat ini, di barisan posisi opposite, Timnas Voli Putri Indonesia memiliki Syelomita Afrilaviza Wongkar, Khanza Putri Yansi Ganestri, dan Arsela Nuari Purnama. Dari nama-nama tersebut, PBVSI secara khusus berharap Marcos Sugiyama dapat memaksimalkan potensi Arsela.
Pevoli Arsela Nuari Purnama, yang lahir pada 21 Januari 1997, dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Megawati. Arsela sebelumnya juga pernah berlaga pada ajang SEA V League 2025 di Vietnam, menunjukkan pengalamannya di kancah internasional.
PBVSI menjadikan Arsela Nuari Purnama sebagai pengganti Megawati Hangestri Pertiwi yang mengundurkan diri dari pemusatan latihan Timnas Voli Putri Indonesia.
