Federasi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) tengah mempertimbangkan rencana untuk menaturalisasi pemain asal Brasil guna memperkuat tim nasional. Wacana ini mendapat sorotan dari pengamat voli Tanah Air, Roosyudhi Priyanto, yang mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dengan program pembinaan atlet lokal.
Roosyudhi Priyanto, yang akrab disapa Erpe, menekankan bahwa meskipun naturalisasi bisa menjadi opsi, pengembangan talenta dari dalam negeri tidak boleh dikesampingkan. “Pembinaan harus terus jalan dan jangan menggantungkan kepada naturalisasi. Ambil pemain naturalisasi sah-sah saja, di dunia juga banyak yang melakukan,” ujar Erpe saat dihubungi pada Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, “Proses pembinaan juga harus terus dijalankan.” Menurut Erpe, saat ini sudah mulai bermunculan bibit-bibit muda potensial, khususnya di sektor voli putri, yang menunjukkan performa menjanjikan dalam kompetisi Proliga 2026.
Beberapa nama yang disebut Erpe sebagai talenta menjanjikan antara lain Clarissa Maria Thomas dan Khanza Putri Yansi Ganestri, keduanya dari klub Medan Falcons. Selain itu, Arimbi Syifana Andayani dari Jakarta Livin’ Mandiri juga dinilai memiliki prospek cerah untuk masa depan voli Indonesia.
Erpe juga menyarankan agar PBVSI bersikap cermat dan selektif dalam memilih pemain naturalisasi. Federasi, kata dia, dapat mengambil pelajaran dari langkah Turki yang sukses menaturalisasi Melissa Vargas. Vargas kini dikenal sebagai salah satu pemain kunci yang sangat berkontribusi bagi tim asuhan Daniele Santarelli.
sumber gambar: jpnn.com 