Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras serangan yang menewaskan dua anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia pada Senin (30/3). Insiden tragis ini terjadi akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik pasukan perdamaian tersebut di Lebanon, hanya berselang sehari setelah satu prajurit TNI lainnya gugur dalam insiden terpisah.

PBB Kutuk Keras Insiden

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan belasungkawa mendalam dan mengutuk keras insiden tersebut dalam pernyataannya di Markas Besar PBB di New York pada Selasa (31/3).

“Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” tegas Lacroix.

Lacroix juga menyampaikan ungkapan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur serta kepada Pemerintah Indonesia, seraya berharap agar mereka yang terluka segera pulih.

Insiden Beruntun di Lebanon

Insiden pada Senin (30/3) ini terjadi sehari setelah seorang anggota pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur ketika sebuah proyektil menghantam dan meledak di pangkalan misi Ett Taibe pada Minggu (29/3). Dalam kejadian sebelumnya, satu anggota pasukan lain terluka parah dan segera dilarikan ke rumah sakit di Beirut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Senin (30/3) juga telah mengonfirmasi gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam peristiwa tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia yang berada dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3). Selain Praka Farizal, tiga personel lain, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, dilaporkan terluka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, memastikan bahwa ketiga personel yang terluka telah dievakuasi ke fasilitas medis. Praka Rico Pramudia, yang mengalami luka berat, diungsikan ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan perawatan intensif.

Penyelidikan dan Komitmen Misi

UNIFIL saat ini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan keadaan pasti dari perkembangan tragis ini. Lacroix menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB tetap berada di lapangan dan melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan di tengah kondisi yang sangat berbahaya.

Diplomat Prancis itu juga menyerukan agar semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian dihentikan. Semua pihak diwajibkan untuk mematuhi kewajiban mereka setiap saat guna memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Menurut data dari situs Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping), per Januari 2026, terdapat sebanyak 756 anggota yang berasal dari Indonesia yang berpartisipasi dalam misi UNIFIL di Lebanon.