Personel grup K-Pop 2NE1, Park Bom, menghebohkan publik setelah mengunggah surat terbuka tulisan tangan di akun Instagram pribadinya pada 3 Maret 2026. Dalam pernyataan tersebut, Park Bom secara gamblang mengungkap tudingan serius terkait kasus lama yang kembali mencuat, bahkan menyeret nama rekan satu grupnya, Sandara Park.
Melalui suratnya, Park Bom menyatakan keinginan untuk membagikan kebenaran kepada masyarakat, khususnya mengenai isu Adderall yang pernah membelitnya. Ia mengaku berhati-hati dalam menyampaikan hal ini karena khawatir memicu kontroversi baru.
Isi Surat Terbuka Park Bom 2NE1
Dilansir dari Koreaboo, berikut adalah isi lengkap surat yang ditulis tangan oleh Park Bom:
“Kepada masyarakat… Halo. Ini Park Bom. Saya menulis karena ingin membagikan kebenaran kepada kalian. Apakah kalian semua baik-baik saja? Saya tidak sakit dan sedang berusaha hidup dengan baik. Saya akan membicarakan sesuatu yang sensitif dan menakutkan.”
Park Bom melanjutkan dengan menyinggung isu Adderall yang disebutnya terus membebani pikirannya. Ia menegaskan bahwa obat tersebut bukan narkoba, melainkan bagian dari pengobatan untuk kondisi Attention Deficit Disorder (ADD) yang dideritanya.
“Saya berhati-hati karena takut hal ini akan kembali menimbulkan kegaduhan, tetapi obat yang dikenal sebagai Adderall, yang diberi label sebagai obat psikotropika, terus membebani pikiran saya. Sebenarnya saya tidak ingin mengungkitnya lagi… Saya takut bahkan menyebutnya lagi di berita akan menjadi jalan pintas untuk menghancurkan reputasi saya. Saat itu, saya merasa seperti sekarat… tetapi sekarang saya mengumpulkan keberanian untuk berbicara.”
Dalam suratnya, Park Bom secara mengejutkan menuding Sandara Park terlibat dalam dugaan penyalahgunaan narkoba. Ia mengklaim bahwa kasusnya diubah menjadi skandal narkoba untuk menutupi keterlibatan Sandara.
“Itu bukan narkoba. Saya adalah pasien ADD, yang disebut Attention Deficit Disorder. Sandara Park tertangkap karena penyalahgunaan narkoba, dan untuk menutupinya, mereka mengubah obat tersebut menjadi sesuatu yang diberi label sebagai skandal narkoba yang melibatkan saya. Pada saat itu, bahkan belum ada sistem pengobatan atau hukum khusus di negara ini terkait Adderall, tetapi anehnya, setelah kasus Park Bom, sebuah hukum dibuat.”
Ia juga meminta publik untuk menelusuri fakta yang sebenarnya dan secara spesifik menyebut nama-nama dari YG Entertainment, termasuk Yang Hyun Suk, Teddy Park, dan Lee Chaerin (CL).
“Kepada warga internet, saya dengan tulus meminta agar kalian menyelidiki fakta sebagaimana adanya. Dan terakhir, yang benar-benar ingin saya katakan adalah ini: YG Entertainment, Yang Hyun Suk, Teddy Park, dan Lee Chaerin (CL), tolong jangan melaporkan kepada pihak berwenang bahwa Park Bom menggunakan obat melebihi dosis yang diresepkan, obat yang bahkan tidak pernah kalian gunakan sekalipun selama 30 tahun. Saya menulis ini karena rasanya jiwa saya menangis. Terima kasih telah membaca.”
Bantahan Sandara Park
Menanggapi tudingan serius tersebut, pihak Sandara Park segera memberikan klarifikasi. Dilansir dari Allkpop, seorang rekan dekat Sandara Park pada 3 Maret 2026 menyampaikan kepada media The Fact bahwa tudingan yang dilontarkan Park Bom “sepenuhnya tidak berdasar.”
Pihak Sandara Park secara tegas membantah keterlibatannya dalam dugaan penyalahgunaan narkoba. Mereka juga menyatakan kekhawatiran atas kondisi kesehatan Park Bom di tengah polemik ini. Hingga kini, surat terbuka Park Bom dan bantahan dari pihak Sandara Park terus menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan penggemar 2NE1 dan industri hiburan Korea Selatan.
sumber gambar: soompi.com 