Kuala Lumpur – Ilmuwan Indonesia yang dikenal sebagai pelopor Sains Halal Dunia, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, dinobatkan sebagai penerima penghargaan “Ilmuwan Muslim Indonesia dengan Penemuan Paling Berpengaruh” dari Nahdlatul Ulama (NU) melalui Lembaga Pendidikan Tinggi NU (LPTNU). Penghargaan ini diserahkan dalam ajang LPTNU Award 2026 yang digelar di Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (10/3).

Dalam ajang perdana LPTNU Award ini, Irwandi, ilmuwan berusia 55 tahun asal Sumatera Barat, terpilih melalui nominasi dan seleksi ketat. Sekretaris LPT PBNU, Faishal Aminuddin, menjelaskan, "Pemilihan para pemenang lewat nominasi dan seleksi ketat dan berjenjang."

Irwandi menerima penghargaan untuk kategori teknologi, bersama Prof. Adi Utarini (UGM) untuk kategori kesehatan, dan Ir. Tri Mumpuni untuk kategori energi. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf, serta Mantan Menteri Pendidikan, Prof. M. Nuh.

Irwandi menyatakan rasa terharunya atas penghargaan ini, mengingat NU sebagai organisasi besar yang sangat dihormati dengan kiprahnya yang luar biasa. "Penghargaan ini seperti pengakuan akan kontribusi kecil kami untuk kemashlahatan umat sejagat,” ujar Irwandi, yang sengaja datang dari Kuala Lumpur ke Surabaya untuk menerima langsung penghargaan tersebut.

Ayah empat anak ini dikenal sebagai salah satu diaspora Indonesia paling cemerlang yang mengukir prestasi di luar negeri. Selain menjabat profesor di International Islamic University Malaysia, Irwandi juga sering diminta membantu pengembangan industri halal di berbagai negara, termasuk Arab Saudi. Sejak dua tahun terakhir, ia juga mengabdi sebagai Dosen di Universitas Negeri Padang.

Pakar Halal Dunia

Prof. Dr. Irwandi Jaswir merupakan penerima King Faisal International Prize 2018 dalam kategori Service to Islam, sebuah penghargaan bergengsi yang dianugerahkan oleh King Faisal Foundation, Kerajaan Arab Saudi. Ia diakui luas sebagai seorang ilmuwan di bidang sains halal yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan masyarakat Muslim serta secara konsisten mengabdikan dirinya untuk Islam melalui berbagai penelitian ilmiah yang berkelanjutan mengenai isu-isu terkait halal.

Irwandi meyakini pentingnya prinsip “memberikan kembali” kepada umat Islam. Hal ini diwujudkan melalui publikasi seluruh hasil penelitiannya dalam jurnal ilmiah, buku, maupun bab dalam buku; menyelenggarakan pelatihan di berbagai bidang yang berkaitan dengan halal; terlibat aktif dalam pendidikan; serta memberikan kontribusi melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan disiplin ilmu baru yang dikenal sebagai “Sains Halal”, yang mencakup pemahaman bahwa bahan halal dapat menjadi alternatif bagi bahan dan ingredien non-halal; autentikasi halal; pengembangan metode cepat untuk mendeteksi kontaminasi non-halal; pengembangan pangan dan kosmetik halal; serta pengembangan standar halal. Selain itu, dia aktif mempromosikan gaya hidup halal di berbagai negara di dunia.

Didukung penuh oleh International Islamic University Malaysia dan Universitas Negeri Padang, Irwandi telah menyelesaikan lebih dari 60 penelitian, sebagian besar dalam bidang sains pangan halal. Beberapa topik penelitian yang digelutinya antara lain penentuan kandungan bahan non-halal dalam makanan menggunakan FTIR; pengembangan gelatin halal dari berbagai sumber alternatif; pengembangan nanopartikel halal dari gelatin unta (yang didanai oleh Arab Saudi); pengembangan portable electronic nose untuk deteksi cepat lemak babi dan alkohol dalam makanan dan minuman; serta penelitian senyawa antikanker dari sumber lokal.

Penelitian-penelitian tersebut didanai oleh berbagai lembaga pendanaan seperti Ministry of Education (MOE) Malaysia, Ministry of Science, Technology and Innovation (MOSTI) Malaysia, serta National Plans for Science and Technology (NPST) dari Kerajaan Arab Saudi. Selain itu, Irwandi juga memperoleh hibah penelitian dari Korea Selatan, Indonesia, Italia, dan Jepang.

Hingga saat ini, Irwandi telah menerbitkan lebih dari 300 artikel ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi; menulis 10 buku; berkontribusi pada 60 bab buku; serta mempresentasikan lebih dari 500 makalah penelitian dalam berbagai konferensi internasional, termasuk sebagai pembicara utama (keynote speaker) dan pembicara undangan. Selain itu, Irwandi juga menulis lebih dari 50 artikel ilmiah populer di media massa.

Dedikasinya dalam penelitian juga membuahkan 12 paten atas namanya serta lebih dari 60 penghargaan ilmiah yang diakui baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Habibie Award (bidang Kedokteran dan Bioteknologi) pada 2013 dan Asia Pacific Young Scientist Award 2010 yang diberikan oleh Scopus. Saat ini Irwandi memiliki H-index 44 (Google Scholar) dan 32 (Scopus).

Selain itu, Irwandi juga diangkat sebagai anggota Dewan Pendiri Halal Centre di Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Ia sering diundang untuk memberikan ceramah mengenai gaya hidup halal di berbagai kota di dunia Arab, seperti Jeddah, Riyadh, Makkah, Dubai, Sharjah, dan Bahrain. Di samping itu, Irwandi juga menjadi konsultan untuk berbagai proyek industri halal yang didanai oleh Islamic Development Bank (IsDB) yang berbasis di Jeddah.