Band melodic hardcore asal Samarinda, Outlier, resmi meluncurkan mini album atau extended play (EP) bertajuk This Love Hurts pada Sabtu, 16 Mei 2026. Karya terbaru ini menjadi wadah refleksi emosional mendalam yang dikemas dalam enam trek.

Dibentuk pada akhir tahun 2023, Outlier beranggotakan Bayu Handik Suprayogo pada vokal, Muhammad Ramadhani dan Muhammad Iswahyudi di posisi gitar, Ricky Aprianto sebagai bassis, serta Dian Ananto Rayenda yang mengisi departemen drum.

Outlier mengeklaim bahwa This Love Hurts merupakan cerminan emosional tentang berbagai aspek kehidupan, mulai dari relasi, kehilangan, komitmen, hingga proses pemulihan diri. Seluruh tema tersebut disajikan dalam sebuah perjalanan singkat yang digambarkan gelap, melankolis, namun tetap lugas dalam penyampaiannya.

Dinamika Emosi dalam Enam Trek

Melalui enam trek yang mengisi album, Outlier menghadirkan dinamika emosi yang berbeda di setiap materi:

  • To The River: Menggambarkan perasaan kehilangan arah setelah terlalu banyak memberi.
  • Peace of Mind: Menjadi ruang untuk melepaskan luka dan kenangan masa lalu.
  • Forever Unrest: Membawa semangat untuk bangkit dari rasa sakit dan keterpurukan.
  • All Alone: Menangkap perasaan berjalan sendiri dan kehilangan makna ‘rumah’.

Seluruh materi dalam EP This Love Hurts melalui proses perekaman, mixing, dan mastering di Invader Records. Untuk distribusi digital, Outlier bekerja sama dengan Muara Records.

Proses pengerjaan album ini memakan waktu cukup panjang, berlangsung sejak Mei 2025 hingga April 2026. Periode ini menjadi fase krusial bagi Outlier dalam mematangkan arah musikal dan identitas emosional mereka.

Pasca perilisan EP ini, Outlier telah mempersiapkan agenda tur di sejumlah kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Bersamaan dengan itu, mereka juga tengah dalam proses pengerjaan single terbaru yang akan segera menyusul.