Empat rumah di RT 06 Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), Sumatra Barat, hangus terbakar pada Jumat (20/2/2026). Insiden ini menyebabkan 24 jiwa dari lima keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang untuk segera menyalurkan bantuan darurat.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, meninjau langsung lokasi kejadian pada Senin (23/2/2026) untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Didampingi Asisten I Setdako, I Putu Venda, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Allex menegaskan prioritas pemerintah adalah menjamin keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para korban terdampak.

Evakuasi ke Masjid Nurul Khairat

Sebagai langkah taktis, Pemko Padang Panjang menginstruksikan pemindahan para pengungsi ke lokasi yang lebih layak. Masjid Nurul Khairat dipilih menjadi posko pengungsian sementara bagi 24 warga tersebut.

“Segera bawa para pengungsi ke Masjid Nurul Khairat. Sebelum waktu berbuka, mereka sudah harus berada di sana dan siapkan menu untuk berbuka bagi mereka,” tegas Allex Saputra saat memberikan instruksi kepada jajaran OPD di lapangan.

Bantuan logistik dasar, meliputi pangan, sandang, dan fasilitas tempat tinggal sementara, telah disalurkan untuk memastikan warga tidak terlantar pascamusibah. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, seluruh bangunan rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat yang memerlukan penanganan infrastruktur lebih lanjut.

Pendataan dan Imbauan Kewaspadaan

Pemerintah kota saat ini tengah melakukan pendataan menyeluruh guna memastikan penanganan lanjutan, termasuk dukungan sosial dan rencana pemulihan ekonomi bagi keluarga yang kehilangan harta benda. Fokus utama adalah mengembalikan stabilitas hidup para korban secepat mungkin.

Menyikapi kejadian ini, Pemko Padang Panjang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta rutin mengecek instalasi listrik yang sudah tua dan memastikan sumber api di dapur dalam kondisi aman, terutama pada waktu rawan seperti sore hingga malam hari. Langkah antisipasi dini dinilai sangat krusial guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di kawasan padat penduduk.