Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo) resmi menerapkan program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal, khususnya di sektor komoditas durian, agar mampu bersaing di pasar global.
Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menjelaskan bahwa program PED merupakan langkah strategis. “Program PED merupakan langkah strategis untuk membantu pelaku usaha durian supaya bisa naik kelas agar pendapatan mereka semakin baik,” kata Bonny di Palu, Jumat (27/2/2026).
Program yang diinisiasi OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Parigi Moutong ini fokus pada peningkatan produktivitas, kualitas produk, dan penguatan rantai pasok durian. Hal ini sejalan dengan keberhasilan Parigi Moutong yang telah memulai ekspor durian beku ke Tiongkok.
Ekspor perdana tersebut mencatat volume 27 ton dengan nilai mencapai Rp2,1 miliar. Potensi besar ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan ekonomi daerah serta peningkatan pendapatan petani dan pelaku usaha durian.
“Ekspor produk unggulan daerah harus disambut dengan baik. Maka petani maupun pelaku usaha durian harus memanfaatkan peluang itu,” tegas Bonny.
Sebagai implementasi nyata, program PED telah menghasilkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Industri Jasa Keuangan (IJK), Balai Karantina, Dinas Pangan, dan sejumlah pelaku usaha rumah kemas (Packing House/PH) di Sulawesi Tengah.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut berperan aktif dengan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,4 miliar kepada PT Silvia Amerta Jaya, salah satu unit rumah kemas durian yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut.
Melalui perluasan akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha durian, program ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas. Tujuannya adalah mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong.
“Kami berharap lewat program inovasi itu petani semakin maju dan iklim investasi komoditas durian di Sulawesi Tengah lebih baik,” pungkas Bonny Hardi Putra.
