Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meluncurkan terobosan baru dalam upaya peningkatan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayahnya. Melalui program PAUD EMAS (PAUD Berbasis Masyarakat) yang memungkinkan pembayaran dengan hasil bumi, ia menggandeng Tiktoker populer Hasan Sule untuk mengampanyekan gerakan wajib satu tahun pra-sekolah.
Langkah inovatif ini diambil sebagai respons atas masih rendahnya akses layanan PAUD di Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, saat ini baru sekitar 14 persen anak usia 0–6 tahun di wilayah tersebut yang mendapatkan layanan pendidikan usia dini.
“Angka ini harus kita tingkatkan secara signifikan untuk mendukung kesuksesan program Bapak Gubernur Ahmad Luthfi dan Bapak Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Media sosial adalah sarana paling efektif saat ini untuk menyentuh kesadaran orang tua,” ujar Ning Nawal dalam acara Anugerah Bunda PAUD Jawa Tengah 2025 di Gradika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (18/12).
Mengenal PAUD EMAS: Pendidikan Berbasis Masyarakat
Fokus utama sosialisasi ini adalah PAUD EMAS, sebuah inisiatif Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masyarakat. Berbeda dengan lembaga formal komersial, PAUD EMAS diselenggarakan secara mandiri dan gotong royong oleh warga. Kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung di balai RW, teras rumah, hingga lingkungan organisasi masyarakat.
“Kami menggandeng Hasan Sule karena pengikutnya mencapai 1,5 juta orang. Dalam konten tersebut, saya mengajak masyarakat mendaftarkan anaknya ke PAUD EMAS. Konsepnya sangat humanis; yang tidak punya uang bisa membayar dengan hasil panennya,” jelas Ning Nawal.
Konten kolaborasi antara Bunda PAUD dan Hasan Sule ini mengangkat dua tema utama: kebijakan wajib satu tahun pra-sekolah dan keunggulan PAUD EMAS. Melalui pendekatan komedi situasi khas Hasan Sule, pesan pendidikan yang berat diubah menjadi tontonan yang segar namun tetap sarat makna.
Masyarakat dapat menyaksikan konten sosialisasi tersebut melalui akun resmi TikTok @hasansule dan akun Instagram @nawalarafah_tajyasin.
Ning Nawal berharap, melalui gerakan ini, kesadaran akan pentingnya stimulasi pendidikan di usia emas anak-anak Jawa Tengah dapat tumbuh secara masif hingga ke pelosok desa.
