Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ali Khamenei yang wafat dalam serangan Amerika Serikat dan Israel akhir pekan lalu, dilaporkan menjadi calon kuat Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Nama Mojtaba muncul dalam musyawarah para tokoh agama dan ulama yang bertanggung jawab memilih suksesor Pemimpin Tertinggi Iran.

Menurut laporan The New York Times pada Selasa (3/3), mengutip pejabat Iran, Mojtaba Khamenei menjadi kandidat terdepan dalam pertemuan yang digelar untuk menentukan pemimpin baru. Pertimbangan mengenai penetapan Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi Iran masih berlangsung hingga Rabu pagi (4/3).

Namun, laporan The New York Times juga menyoroti kekhawatiran bahwa jika Mojtaba Khamenei benar ditetapkan, ia berpotensi menjadi target serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan pada Sabtu (28/2) ke Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran membalas aksi militer tersebut dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk.

Secara terpisah, Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional di Majlis, Mojtaba Zolnouri, menyatakan bahwa Amerika Serikat keliru dalam memanfaatkan gelombang ketidakpuasan di Irak dan Lebanon untuk mencapai sasarannya.

sumber gambar: gesit.id