Persebaya Surabaya bertandang ke markas Semen Padang pada pekan ke-33 Super League dengan memikul misi berat: mengakhiri penantian panjang untuk meraih kemenangan di tanah Minang. Sejak tahun 2015, tim berjuluk Bajol Ijo ini belum pernah mencicipi kemenangan saat berlaga di kandang Kabau Sirah.
Catatan buruk tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi tambahan bagi juru taktik Persebaya, Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu menyadari betul sulitnya meraih poin penuh di Stadion Haji Agus Salim.
Misi Mengubah Sejarah
“Bermain di Padang selalu sulit. Kalau melihat sejarah, Persebaya belum pernah menang di stadion ini. Kami berharap besok bisa mengubah sejarah itu,” ujar Coach Tavares, Jumat (15/5/2026).
Tavares menegaskan kepada para pemainnya untuk menjadikan rekor negatif itu sebagai pelecut semangat. Ia ingin anak asuhnya tampil lebih maksimal sepanjang pertandingan demi memutus tren buruk yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
“Kalau kami menang, itu akan menjadi sejarah karena Persebaya belum pernah menang di sini. Itu harus menjadi motivasi tambahan bagi pemain,” tambahnya.
Laga ini diprediksi akan berjalan ketat mengingat kedua tim memiliki kepentingan masing-masing di sisa musim Super League. Bagi Persebaya, kemenangan akan menjadi penegasan mental dan upaya memperbaiki posisi di klasemen. Sementara Semen Padang tentu tak ingin rekor kandang mereka ternoda di hadapan pendukung sendiri.
