Gelandang senior Persib Bandung, Dedi Kusnandar, tak kuasa menahan haru saat mengenang perjalanan panjangnya bersama tim berjuluk Maung Bandung. Tiga gelar beruntun yang kini berhasil diraih Persib ternyata menyimpan kisah emosional yang mendalam bagi pemain yang akrab disapa Dado tersebut.

Bagi Dedi, pencapaian luar biasa ini terasa seperti mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah bertahun-tahun menanti. Ia mengaku masih sulit memercayai deretan trofi yang kini dia genggam, sebuah bukti dari dedikasi dan perjuangan tak kenal lelah.

Perjalanan Penuh Liku Sejak 2015

Sejak pertama kali bergabung dengan Persib pada tahun 2015, perjalanan Dedi Kusnandar memang tidak selalu mulus. Ia sempat melewati berbagai fase sulit, termasuk kenyataan pahit tidak menjadi bagian dari skuad juara era 2014. Momen tersebut menjadi titik di mana ia harus memulai lagi dari nol untuk membangun kembali kariernya di Bandung.

Namun, di balik semua proses dan tantangan itu, Dado justru mendapatkan pengalaman pertamanya mengangkat trofi bersama Persib pada ajang Piala Presiden 2015. Momen tersebut menjadi titik awal dari kisah panjang dan penuh makna Dedi Kusnandar bersama klub kebanggaan Bobotoh.

Kini, setelah lebih dari satu dekade mengabdi, gelandang berusia 35 tahun itu tak bisa menyembunyikan rasa haru atas pencapaian yang diraih bersama tim. Ia merasakan kebahagiaan yang luar biasa atas keberhasilan Persib meraih tiga gelar beruntun.

“Rasanya benar-benar campur aduk, sangat emosional dan sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Dedi Kusnandar, menggambarkan perasaannya saat ini.

Pencapaian ini bukan hanya sekadar deretan trofi, melainkan juga puncak dari sebuah perjalanan yang menguji kesabaran dan ketekunan seorang Dedi Kusnandar, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sejarah emas Persib Bandung.