Arsenal harus mengubur impian meraih trofi Piala FA 2025/2026 setelah takluk 1-2 dari Southampton pada laga perempat final di Stadion St Mary’s, Minggu dini hari WIB, 5 April 2026. Pelatih The Gunners, Mikel Arteta, mengungkap dua faktor utama yang menjadi biang kerok kekalahan timnya: kegagalan memaksimalkan peluang dan buruknya performa lini pertahanan.
Arteta mengakui timnya sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan. “Kami mempunyai momen di mana kami sangat dominan, menciptakan peluang dan situasi di sekitar kotak penalti, tetapi kami tidak cukup memaksimalkannya,” ujar Arteta, dikutip dari laman resmi Arsenal.
Berdasarkan catatan statistik dari laman sepak bola Fotmob, Arsenal memang menguasai 64 persen penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya tepat sasaran, namun hanya satu gol yang berhasil diciptakan.
Selain itu, juru taktik berusia 43 tahun tersebut juga menyoroti performa lini belakang timnya. Ia menyebut Arsenal tampil buruk dalam bertahan di area kotak penalti sendiri, yang seharusnya menjadi kekuatan mereka. Hal ini terbukti dari efektivitas Southampton yang mampu mencetak dua gol hanya dari empat tembakan tepat sasaran.
Kekalahan ini menambah daftar panjang kegagalan Arsenal meraih trofi musim ini. Sebelumnya, mereka juga harus merelakan gelar Piala Liga Inggris 2025/2026 setelah kalah dari Manchester City di final. Dengan demikian, dua trofi dipastikan melayang dari genggaman The Gunners.
Arteta menyatakan kekecewaannya atas hasil tersebut. “Kami sudah mencoba sampai detik terakhir. Akan tetapi, ada hal-hal tertentu yang harus dilakukan di sepak bola jika ingin menang,” tegasnya.
Menyikapi eliminasi dari Piala FA, Arteta meminta anak asuhnya untuk segera melupakan hasil negatif ini. Ia mendesak para pemain untuk mengalihkan fokus sepenuhnya ke dua kompetisi yang masih diikuti Arsenal musim ini, yakni Liga Inggris dan Liga Champions.
