Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan manifestasi nyata dari komitmen pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Pernyataan ini disampaikan Dody di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Dody, inisiatif pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan bagian integral dari upaya pemerintah untuk memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas. Ia juga menekankan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang yang krusial bagi pengembangan SDM nasional.
Komitmen Nyata Pembangunan SDM Unggul
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul,” ujar Dody dalam keterangannya.
Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Setiap kawasan akan berfungsi sebagai pusat pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, dilengkapi dengan ruang kelas berbasis teknologi modern.
Kementerian PU terus mengakselerasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM di berbagai wilayah.
Program ambisius ini menjangkau 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan target kapasitas mencapai 112.320 siswa yang terbagi dalam 3.744 rombongan belajar. Fasilitas yang disediakan pun komprehensif, meliputi laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta asrama bagi siswa dan guru.
Selain itu, Sekolah Rakyat juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya seperti kantin sehat, klinik kesehatan, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau yang mendukung kegiatan belajar mengajar dan pengembangan diri siswa.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU aktif mengatasi berbagai kendala teknis di lapangan. Mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, semua diupayakan agar proyek berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sinergi antara Kementerian PU dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dapat diselesaikan tepat waktu. Harapannya, fasilitas pendidikan ini dapat segera beroperasi dan berkontribusi signifikan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.
