Suasana Ramadan yang penuh kebersamaan menjadi panggung bagi anak-anak peserta Program Pendidikan Nonformal Bonua untuk menunjukkan bakat dan kepercayaan diri mereka. Bertempat di Aula Pusat Belajar Masyarakat DSLNG, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menggelar acara Buka Puasa Bersama pada Jumat, 6 Maret 2026, yang diwarnai penampilan memukau dari para siswa binaan.

Mengembangkan Potensi Generasi Muda Melalui Program Bonua

Acara ini dihadiri oleh 60 perwakilan pelajar dari total 252 peserta program pendidikan nonformal Bonua yang berasal dari tiga kecamatan sekitar Kilang DSLNG, yaitu Batui, Kintom, dan Nambo. Direktur Urusan Korporasi DSLNG, Hanny Midlena, beserta jajaran karyawan turut hadir memberikan dukungan.

Program pendidikan nonformal Bonua sendiri merupakan inisiatif DSLNG yang berbasis di rumah-rumah pendampingan (bonua). Tiga bonua utama yang menjadi pusat kegiatan adalah Bonua Monondok di Batui, Bonua Potoutusan di Kintom, dan Bonua Posaangguan di Nambo. Program ini fokus pada pengajaran tilawah Al-Qur’an dan Bahasa Inggris, diikuti oleh anak-anak dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Latihan Intensif Membuahkan Hasil

Beberapa hari sebelum acara buka puasa, aula yang sama telah dipenuhi gelak tawa dan semangat anak-anak Bonua yang berlatih keras. Di bawah bimbingan para pembimbing berpengalaman, mereka mengasah berbagai materi yang telah dipelajari, mulai dari teknik berbicara di depan umum hingga latihan drama. Sesi latihan tersebut menciptakan suasana yang hidup, penuh diskusi kecil, dan semangat untuk terus mencoba.

Semangat inilah yang kemudian terpancar nyata pada hari pelaksanaan acara. Anak-anak Bonua tidak hanya menjadi peserta, melainkan juga dipercaya sebagai pemandu acara dan pengisi pentas. Dengan percaya diri, mereka mempraktikkan kemampuan berbicara di depan umum yang telah diasah dalam program pembinaan.

Momen menunggu berbuka puasa menjadi ajang bagi para peserta didik untuk menunjukkan keterampilan berbahasa Inggris mereka, baik dalam memperkenalkan diri, memperkenalkan wilayah kecamatan masing-masing, maupun bercakap-cakap di depan publik. Selain itu, mereka juga menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan fasih dan tartil. Penampilan ini tidak hanya mencerminkan kreativitas dan kepercayaan diri, tetapi juga upaya untuk merawat identitas lokal sekaligus membuka wawasan global.

Harapan DSLNG untuk Masa Depan Banggai

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Urusan Korporasi DSLNG, Hanny Midlena, menyampaikan harapan agar program Bonua dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui program pendidikan nonformal ini, DSLNG berkomitmen untuk berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang percaya diri, berpengetahuan, dan siap menghadapi masa depan.

Acara ini juga dihadiri oleh aparat pemerintah desa serta beberapa tokoh masyarakat yang selama ini mendukung keberlangsungan program Bonua. Kehadiran berbagai pihak tersebut mempererat silaturahmi antara DSLNG, pemerintah setempat, dan para tokoh masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa kolaborasi dapat membuka ruang pembelajaran yang bermakna bagi generasi muda.

Melalui program seperti Bonua, diharapkan akan lahir lebih banyak anak-anak Banggai yang berani bermimpi, percaya diri, dan siap menjadi bagian dari masa depan daerahnya.