Masjid Taqwa Lampoih Saka di Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, mulai memfasilitasi penyaluran hewan kurban untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H. Hingga Jumat (22/5/2026), panitia telah menerima 7 ekor sapi dan 3 ekor kambing dari masyarakat sekitar serta warga perantauan.

Masjid ini dikenal luas sebagai “masjid ramah musafir” dan menjadi rest area religi favorit di jalur nasional Banda Aceh-Medan. Lokasinya yang strategis kerap dimanfaatkan wisatawan dan musafir dari luar daerah untuk beribadah salat dan beristirahat sejenak dalam perjalanan menuju ibu kota provinsi.

Antusiasme Warga dan Perantau

Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Taqwa Lampoih Saka, Bukhari Thahir, mengungkapkan optimisme bahwa jumlah hewan kurban akan terus bertambah. Peningkatan ini didorong oleh tradisi mudik para perantau dan penyebaran informasi mengenai imbauan donasi kurban di masjid tersebut.

“Insya Allah jumlahnya akan bertambah lagi seiring semakin dekatnya hari penyembelihan,” tutur Bukhari Thahir.

Rencananya, penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan pada hari pertama Lebaran Haji, setelah pelaksanaan Salat Idul Adha. Daging kurban tersebut akan dibagikan kepada jemaah dan masyarakat sekitar, serta dicadangkan untuk warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Informasi Penyaluran Kurban

  • Lokasi: Masjid Taqwa Lampoih Saka, Peukan Baro, Pidie (Jalur Banda Aceh-Medan).
  • Status Saat Ini: 7 sapi dan 3 kambing terkumpul.
  • Metode Donasi: Hewan kurban langsung, uang tunai, atau melalui orang kepercayaan donatur.
  • Target Distribusi: Jemaah, masyarakat sekitar, dan warga yang membutuhkan.

Memperluas Manfaat Ibadah Kurban

Bukhari mengajak para dermawan yang ingin menyumbangkan hewan kurban atau bantuan dalam bentuk uang tunai untuk menghubungi panitia. Pihak BKM siap memfasilitasi seluruh proses, termasuk bagi donatur yang tidak sempat datang langsung ke lokasi.

Sekretaris BKM Masjid Taqwa Lampoih Saka, M. Nasir Sarong, menambahkan bahwa semangat berkurban ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Semakin banyak hewan kurban, semakin meluas penyaluran dan bertambah banyak yang merasakan manfaatnya. Semoga ibadah kurban ini menjadi amal sebagaimana napak tilas pengorbanan Nabi Ibrahim bersama putranya, Ismail,” pungkas M. Nasir.