Mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat (AS) Joe Kent memperingatkan bahwa rencana pengerahan pasukan AS ke Pulau Kharg, Iran, akan berujung pada bencana. Ia menilai langkah tersebut berisiko besar membuat pasukan AS menjadi “sandera” persenjataan Iran.
“Saya hanya berpikir itu akan menjadi bencana,” kata Kent dalam sebuah wawancara dengan Washington Post. Ia menambahkan, “Pada dasarnya, itu akan memberikan Iran sejumlah sandera di sebuah pulau yang dapat mereka bombardir dengan drone dan rudal.”
Peringatan Kent ini muncul setelah laporan Axios yang menyebutkan Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan pengerahan pasukan untuk merebut Pulau Kharg. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menekan Teheran agar kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz yang strategis.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Minggu (22/3) mengkonfirmasi bahwa semua opsi tetap terbuka. Ia tidak mengesampingkan kemungkinan pengiriman pasukan AS ke pulau Iran tersebut, mengindikasikan keseriusan Washington dalam menghadapi situasi ini.
Konteks ketegangan di kawasan ini semakin memanas menyusul serangkaian insiden. Pada 28 Februari, AS dan Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan, korban sipil, dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran kemudian melakukan serangan terhadap wilayah Israel serta target-target militer AS yang berada di Timur Tengah.
